Dark/Light Mode

Gus Ipul: Sekolah Rakyat Strategi Prabowo Putus Mata Rantai Kemiskinan

Senin, 14 Juli 2025 15:36 WIB
Mensos Saifullah Yusuf saat membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah Rakyat Tahun Ajaran 2025/2026 di Sentra Terpadu Inten Soeweno, Cibinong, Kabupaten Bogor, Senin (14/7/2025). (Foto: YT/Kemensos)
Mensos Saifullah Yusuf saat membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah Rakyat Tahun Ajaran 2025/2026 di Sentra Terpadu Inten Soeweno, Cibinong, Kabupaten Bogor, Senin (14/7/2025). (Foto: YT/Kemensos)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan Sekolah Rakyat adalah strategi besar Presiden Prabowo Subianto untuk memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi. Hal itu disampaikan Mensos saat membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah Rakyat Tahun Ajaran 2025/2026 di Sentra Terpadu Inten Soeweno, Cibinong, Kabupaten Bogor, Senin (14/7/2025).

Dalam sambutannya, Gus Ipul, sapaan akrab Saifullah Yusuf, mengungkap Sekolah Rakyat dirancang untuk memperluas akses pendidikan bermutu bagi anak-anak keluarga miskin dan miskin ekstrem. “Tidak boleh ada yang tertinggal dalam pendidikan,” tegasnya.

Dia menjelaskan, program ini dijalankan lintas kementerian berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2025. Kementerian Sosial mendapat mandat sebagai penanggung jawab operasional. “Ini kerja tim besar. Kami tidak bekerja sendirian,” kata Gus Ipul.

Baca juga : Prabowo: Kalau Bapaknya Pemulung, Anaknya Nggak Boleh Jadi Pemulung

Gagasan Sekolah Rakyat, lanjutnya, lahir langsung dari Presiden Prabowo. Setelah diumumkan oleh Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, seluruh kementerian terkait bergerak membentuk satgas. Hasilnya, hanya dalam enam bulan sejak diumumkan ke publik, sekolah-sekolah rintisan sudah memulai pembelajaran untuk tahun ajaran 2025–2026.

“Ini kerja luar biasa. Meski waktunya sempit, kita bisa mewujudkan pembelajaran di sekolah rintisan,” ujar mantan Wakil Gubernur Jawa Timur itu.

Gus Ipul juga memaparkan Trilogi Sekolah Rakyat yang dirumuskan bersama Prof. Dr. Muhammad Nuh. Trilogi itu terdiri dari tiga hal. Pertama, memuliakan wong cilik. Memberi penghormatan, fasilitas unggulan, dan pelayanan terbaik untuk kaum duafa, mereka yang suaranya nyaris tak terdengar, yang memiliki anak-anak putus sekolah atau berpotensi tidak sekolah. Kedua, menjangkau yang belum terjangkau. Maksudnya, menyentuh lapisan masyarakat paling bawah yang selama ini tertinggal dan tidak terbawa dalam pembangunan. Ketiga, memungkinkan yang tidak mungkin. Yaitu memberikan harapan, menumbuhkan asa, mengubah mimpi yang dianggap mustahil menjadi mungkin, melahirkan pemungkin-pemungkin baru yang tidak harus sama dengan nasib orang tuanya.

Baca juga : Pamor Prabowo Makin Moncer

“Sekolah Rakyat hadir untuk cerdas bersama, tumbuh setara. Mengedepankan kesetaraan kesempatan, bukan kesenjangan sosial. Menumbuhkan solidaritas, bukan kompetisi yang timpang,” jelasnya.

Dia juga menegaskan, seleksi Sekolah Rakyat tidak memakai tes akademik. Peserta didik dipilih dari keluarga tidak mampu, dengan pemeriksaan kesehatan gratis lengkap (mulai berat badan, tinggi badan, gigi, mata, jantung, hingga darah).

Ada juga talent mapping berbasis teknologi DNA Talent AI yang pertama kali digunakan di Indonesia, hibah dari Ari Kinanjar. Pemeriksaan kompetensi dasar akademik (Bahasa, Matematika, Literasi Digital) juga dilakukan, termasuk penguatan kedisiplinan bekerja sama dengan TNI-Polri.

Baca juga : Keberhasilan Presiden Prabowo Harus Dilanjutkan Demi Kemajuan Bangsa

“Anak-anak juga akan tinggal di asrama yang layak dan nyaman, dengan fasilitas lengkap. Mereka dapat seragam delapan set, tapi mohon maaf masih berproses sekitar dua sampai tiga minggu,” ucapnya.

Selain itu, siswa dijamin makan tiga kali sehari plus dua kali snack dengan gizi memadai, hasil koordinasi dengan Badan Gizi Nasional. Ada pula perlengkapan sekolah, pembelajaran digital memakai papan tulis digital, dan laptop untuk masing-masing siswa.

“Untuk guru dan tenaga kependidikan juga kami siapkan modul manajemen berbasis digital. Alhamdulillah, ada hibah dari Yayasan Al-Hikmah Surabaya yang menyerahkan satu modul ajar untuk seluruh guru Sekolah Rakyat,” tutupnya

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.