Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Janji Bangun 100 Sekolah Rakyat Per Tahun
Prabowo: Kalau Bapaknya Pemulung, Anaknya Nggak Boleh Jadi Pemulung
Senin, 14 Juli 2025 14:34 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto menegaskan tekadnya untuk membangun minimal 100 sekolah berasrama setiap tahun. Sekolah berasrama yang lazimnya untuk anak-anak terpintar, tetap akan dilakukan pemerintah. Tapi yang ini berbeda.
"Saya akan bangun minimal 100 sekolah berasrama setiap tahun, khusus untuk keluarga yang paling tidak mampu," kata Prabowo dalam rekaman video yang diputar di acara Pembukaan MPLS Sekolah Rakyat di Sentra Terpadu Inten Soeweno, Cibinong, Kabupaten Bogor, Senin (14/7/2025).
Langkah tersebut ditempuh Prabowo, karena Presiden ke-8 RI itu bertekad memutus rantai kemiskinan.
Baca juga : Geram Banyak Sekolah Rusak, Prabowo: Padahal Kalau Mau Buka-bukaan, Uangnya Ada!
Kalau bapaknya pemulung, anaknya tidak boleh jadi pemulung. Kalau bapaknya tukang becak, anaknya tidak perlu harus jadi tukang becak. Kalau orang tuanya susah, tidak punya penghasilan cukup, anaknya tidak boleh terus hidup seperti itu.
"Untuk itu, tidak ada jalan lain. Kita harus berani. Siapa berani, menang. Berani, benar, berhasil," tegas Prabowo.
"Berani dulu, baru benar. Setelah berani dan benar, barulah berhasil. Harus berani dulu. Kalau tidak berani, kita tidak bisa dapat apa-apa," tandasnya.
Baca juga : Adaro Bangun 500 Rumah Gratis Di Tabalong, Batako Dari Sisa Pembakaran Batu Bara
Konsep Sekolah Rakyat seperti itu, sedang dikerjakan pemerintah. Jika tak ada aral melintang, pemerintah akan membuka 53 sampai 55 kampus atau sekolah pertama pada Juli ini.
Saat ini, proses seleksi murid sudah dimulai. Siswa yang menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat, harus benar-benar berasal dari keluarga yang tidak mampu. Kondisi rumah tinggal calon siswa akan diperiksa. Verifikasinya dilakukan melalui Kementerian Sosial, Kementerian PANRB, dan Badan Pusat Statistik (BPS).
Dalam rekaman video itu, Prabowo meminta panitia acara menayangkan data para calon siswa Sekolah Rakyat. Lalu, muncullah profil siswa bernama Naila. Orang tuanya berpenghasilan kurang dari satu juta rupiah, dengan tanggungan lima orang.
Baca juga : Ketahanan Pangan Dan Pertumbuhan Ekonomi Jadi Aspek Utama
"Itu rumahnya di sebelah kanan. Yang menarik bagi saya, meskipun rumahnya seperti itu, Naila masih bisa tersenyum," papar Prabowo.
"Saudara-saudara sekalian, rekan-rekan semua, inilah perjuangan kita. Sisa hidup saya adalah untuk memperjuangkan nasib Naila-Naila di Indonesia. Kalau ada yang bertanya, Apa mungkin? – Harus mungkin! Kita akan buktikan bahwa kita akan berusaha sekeras-kerasnya," papar Prabowo.
"Hanya dengan keberanian, hanya dengan tekad, hanya dengan keyakinan, dan hanya dengan kemauan memimpin pemerintahan yang bersih, yang anti korupsi, yang bisa menyelamatkan kekayaan negara, maka Naila-Naila ini akan punya masa depan yang baik," pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya