Dark/Light Mode

Menteri Imipas Siapkan Opsi Tukar Guling Untuk Relokasi Kantor Imigrasi Bandung

Jumat, 18 Juli 2025 13:43 WIB
Menteri Imipas Agus Andrianto menyapa pengunjung di Kantor Imigrasi Bandung yang akan direlokasi akibat proyek flyover. (Foto: Humas Imipas)
Menteri Imipas Agus Andrianto menyapa pengunjung di Kantor Imigrasi Bandung yang akan direlokasi akibat proyek flyover. (Foto: Humas Imipas)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto mengungkapkan solusi pemindahan Kantor Imigrasi Kelas I TPI Bandung yang terkena proyek pembangunan flyover. Jika tidak tersedia lahan baru, pihaknya mempertimbangkan skenario hibah atau tukar guling dengan lokasi lain.

“Saya meminta jajaran Kanwil Ditjen Imigrasi Bandung untuk segera berkoordinasi dengan Pak Gubernur Jawa Barat dan Wali Kota Bandung guna mencari lahan pengganti, " ujar Menteri Agus, di Kantor Imigrasi Bandung, Jawa Barat (Jabar) pada Kamis (17/06/2025).

Baca juga : Menteri Dody Turun Gunung, Irigasi Pengga Digarap

Menteri Imipas mengamini, dalam waktu dekat pembangunan flyover di kantor Imigrasi segera dilakukan. Jadi, tidak menutup kemungkinan menerapkan metode tukar guling atau ruislag dengan lokasi lain. Dirincikannya, kantor sebelumnya memiliki lahan seluas 2.822 meter persegi dan bangunan 1.578 meter persegi.

"Bila itu juga tidak memungkinkan, kita akan mencari lokasi lain, syukur-syukur ada hibah lahan dan bangunannya, agar kita dapat memberikan pelayanan yang lebih baik, tentu lokasinya yang dicari harus strategis dan memadai untuk pelayanan publik kemigrasian,” ungkapnya.

Baca juga : Andra Soni Bebaskan Biaya Mutasi Kendaraan Dari Luar Banten

Sang Menteri mengungkapkan, saat ini pihaknya sedang mengkaji sejumlah opsi relokasi kantor, termasuk potensi hibah lahan atau pemanfaatan bangunan dari berbagai pihak. Beberapa alternatif lokasi yang sedang dipertimbangkan, antara lain berada di wilayah Kabupaten Bandung, Kota Cimahi, hingga opsi pemanfaatan gedung pusat perbelanjaan atau mall yang memenuhi kriteria pelayanan publik.

“Kami sedang menjajaki apakah ada lahan yang dapat diterima dari Kabupaten Bandung atau Kota Cimahi, atau mungkin hibah dari Pak Gubernur maupun Bupati Bandung. Bahkan kemungkinan di mal-mal juga sedang kita pertimbangkan,” ungkapnya.

Baca juga : Pramono Anggarkan Rp 4 Triliun Untuk Kendalikan Banjir Ibu Kota

Agus memastikan, proses relokasi direncanakan dengan matang dan tidak mengganggu kelangsungan layanan publik. Langkah ini, tidak hanya bentuk respons terhadap pembangunan infrastruktur daerah, tetapi bagian dari upaya jangka panjang untuk menghadirkan layanan keimigrasian yang lebih representatif, nyaman, dan modern.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.