Dark/Light Mode

Kopdes Merah Putih dan Keselarasan Visi SDGs

Kamis, 24 Juli 2025 11:31 WIB
Rasminto (Foto: Dok. Pribadi)
Rasminto (Foto: Dok. Pribadi)

Peresmian kelembagaan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih sebanyak 80 ribu lebih oleh Presiden Prabowo Subianto di Klaten, Jawa Tengah (21/7/2025), menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekonomi kerakyatan.

Pembentukan Kopdes Merah Putih merupakan tanda dimulainya era baru pembangunan nasional yang berpijak dari desa. Di tengah arus modernisasi yang sering kali menjauhkan desa dari pusat pengambilan keputusan ekonomi, kehadiran Kopdes Merah Putih menjadi koreksi arah pembangunan dari sentralisasi ke distribusi, dari ketergantungan ke kemandirian.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa koperasi adalah alat perjuangan rakyat kecil untuk menjadi kuat secara ekonomi (Setkab, 21/7/2025). Pernyataan Presiden merupakan refleksi dari visi pembangunan yang menempatkan rakyat desa sebagai aktor utama dalam menentukan nasib ekonominya sendiri.

Pembentukan Kopdes Merah Putih ini miliki spirit Kedaulatan ekonomi kerakyatan yang mesti diimplementasikan oleh kita semua. Sebab, Kopdes tidak hadir sebagai koperasi simpan pinjam semata, melainkan sebagai ekosistem ekonomi desa yang lengkap, dengan mengelola hasil tani, distribusi pangan, akses keuangan, hingga integrasi ke rantai pasok digital dan logistik nasional.

Visi besar pemerintahan Presiden Prabowo saat ini pada dasarnya bertujuan menghidupkan kembali akar-akar ekonomi lokal yang telah lama dimiliki bangsa Indonesia. Sejak berabad lalu, masyarakat Nusantara sudah mengenal praktik kolektif yang berpihak pada keberlanjutan dan keadilan sosial.

Lumbung desa di Jawa, subak di Bali, hingga lubuk larangan di Sumatera merupakan cerminan dari tradisi ekonomi yang bukan hanya berbasis komunal, tetapi juga selaras dengan alam dan kebudayaan. Tradisi ini tidak hanya memperkuat ketahanan pangan dan solidaritas sosial, tetapi juga menyiratkan sistem tata kelola yang partisipatif dan berkelanjutan.

Baca juga : Milad ke-23, Lazismu Berupaya Hadirkan Kesejahteraan untuk Semua

Namun sayangnya, dalam beberapa dekade terakhir, desa mengalami peminggiran struktural. Pembangunan lebih banyak diarahkan dari pusat ke daerah, bukan dari akar ke pucuk. Desa diposisikan sebagai penyedia tenaga kerja murah dan sumber bahan mentah, tetapi tidak diberi ruang untuk membangun sistem produksinya sendiri. Akibatnya, desa menjadi rentan terhadap fluktuasi pasar, tengkulak, dan dominasi pelaku ekonomi besar.

Di sinilah pentingnya pendekatan baru melalui Kopdes Merah Putih. Secara konseptual, koperasi telah lama dipandang sebagai jalan tengah antara kapitalisme pasar bebas dan sosialisme negara. Mohammad Hatta (1951), Bapak Koperasi Indonesia, menyebut koperasi sebagai alat pembebasan rakyat dari struktur ekonomi yang menindas.

Pandangan Bung Hatta, menyebutkan koperasi merupakan organisasi ekonomi yang berdiri di atas asas kekeluargaan, bukan semata-mata mengejar keuntungan pribadi, tetapi kesejahteraan bersama. Hatta meyakini bahwa hanya dengan koperasi, ekonomi Indonesia bisa dijalankan atas dasar keadilan sosial.

Pemikiran ini diperkuat Mubyarto (1987) melalui konsep Ekonomi Pancasila, dengan menyatakan bahwa pembangunan ekonomi tidak boleh hanya mengejar pertumbuhan, melainkan harus mencerminkan nilai-nilai keadilan, partisipasi, dan penghormatan terhadap martabat manusia. Koperasi menjadi bentuk institusi modern dari semangat gotong royong dan ekonomi kekeluargaan.

Bahkan dalam konteks global, pemikir seperti Erik Thorbecke (2000), menekankan pentingnya kelembagaan komunitas dalam mendukung pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Berkaitan dengan konsepsi tersebut, jelaslah bahwa Kopdes Merah Putih, dalam hal ini, dinilai lebih mampu menjawab kebutuhan lokal karena memiliki kepekaan terhadap konteks sosial dan budaya setempat.

Melalui pendekatan yang holistik dan berbasis lokal, Kopdes Merah Putih secara langsung maupun tidak langsung berkontribusi pada pencapaian agenda pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

Baca juga : Kopdes Merah Putih: Wujud Nyata Asta Cita Prabowo Untuk Kemandirian Desa

Kopdes Merah Putih sejatinya mampu menjawab berbagai isu mendasar, mulai dari pengentasan kemiskinan, penguatan ketahanan pangan, penciptaan pekerjaan layak, pengurangan ketimpangan, hingga konsumsi dan produksi yang berkelanjutan. Sebab, tujuan Kopdes dapat menyentuh berbagai dimensi pembangunan yang saling terkait ekonomi, sosial, dan lingkungan. 

Namun demikian, membangun sistem ekonomi desa yang kokoh tentu bukan tanpa tantangan. Sejarah koperasi di Indonesia penuh dengan kisah keberhasilan, tapi juga tak sedikit yang gagal karena lemahnya tata kelola, minimnya kapasitas sumber daya manusia, dan campur tangan kepentingan politik jangka pendek.

Banyak koperasi berjalan tanpa transparansi, tidak profesional, bahkan terkooptasi oleh elite lokal yang menjadikan koperasi sebagai alat rente. Karena itu, pembenahan kelembagaan menjadi kunci. Pendidikan ekonomi rakyat harus menjadi prioritas, termasuk literasi koperasi, akuntabilitas publik, dan kemampuan manajerial. 

Tanpa penguatan kapasitas, koperasi mudah menjadi beban, bukan solusi. Selain itu, keberhasilan Kopdes sangat ditentukan oleh keterlibatan generasi muda dan perempuan desa. Keduanya merupakan aktor penting yang selama ini kurang mendapat ruang dalam pengambilan keputusan ekonomi.

Apalagi, dalam konteks pembangunan berkelanjutan, inklusi sosial merupakan prasyarat mutlak. Partisipasi bermakna dari kelompok-kelompok ini tidak hanya menjamin keberlanjutan program, tetapi juga membawa inovasi dan energi baru ke dalam ruang ekonomi desa.

Hal penting lainnya yakni peran negara. Pemerintah harus menjadi fasilitator yang mendorong, bukan lagi sekedar mendominasi. Negara hadir untuk membangun ekosistem yang mendukung, dari regulasi yang ramah hingga infrastruktur yang memadai. 

Baca juga : BRI Optimistis Kopdes Merah Putih Mampu Jadi Tonggak Ekonomi Kerakyatan

Negara juga bertugas menjamin perlindungan hukum dan akses pasar yang adil bagi koperasi. Perlu ada sinergi antara program desa, lembaga pembiayaan, pendidikan vokasi, dan digitalisasi agar koperasi tidak berjalan sendiri, tetapi menjadi bagian dari strategi besar pembangunan nasional.

Sehingga, dengan kerangka tersebut, Kopdes Merah Putih bukanlah proyek sesaat. Namun, merupakan desain institusional jangka panjang yang harus dijaga keberlanjutannya lintas pemerintahan. Jika dikelola dengan serius, Kopdes Merah Putih ini dapat menjadi fondasi baru ekonomi Indonesia yang lebih berdaulat, inklusif, dan resilien terhadap guncangan global.

Lebih jauh lagi, Kopdes dapat menjadi alat strategis untuk menciptakan transformasi ekonomi dari bawah ke atas. Desa yang dulu hanya menjadi tempat produksi bahan mentah, kini bisa menjadi pusat pengolahan, inovasi, bahkan ekspor. Dengan kekuatan sosial dan budaya yang dimiliki desa, koperasi juga bisa menjadi kendaraan untuk membangun identitas ekonomi Indonesia yang berakar pada kearifan lokal, bukan sekadar meniru model negara maju.

Apa yang sedang diinisiasi pemerintahan Presiden Prabowo ini melalui Kopdes Merah Putih merupakan pengakuan bahwa pembangunan sejati harus dimulai dari pinggiran. Membangun dari desa bukan sekadar wacana populis, melainkan jawaban nyata atas kegagalan model pembangunan lama yang hanya menumbuhkan pusat-pusat pertumbuhan, tetapi meninggalkan ketimpangan.

Maka, semakin jelaslah, sebagaimana disampaikan Presiden Prabowo pada momen peresmian kelembagaan Kopdes Merah Putih (21/7/2025), rakyat desa tidak boleh lagi hanya menjadi penonton atau korban dari sistem ekonomi yang timpang.

Sudah saatnya desa menjadi aktor utama yang menentukan arah masa depan bangsa. Dengan semangat itu, Kopdes Merah Putih bukan hanya koperasi. Namun, merupakan simbol perjuangan kedaulatan ekonomi rakyat. Sebuah langkah strategis membangun negeri dari akar, bukan hanya dari pucuk.

Dr. Rasminto
Dr. Rasminto
Dosen Geografi Politik Unisma dan Direktur Eksekutif Human Studies Institute (HSI)

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.