Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Prabowo Pastikan Pengalihan TKD untuk Program Prioritas, Bukan Pemangkasan
Jumat, 29 Agustus 2025 10:13 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto menegaskan kebijakan pengalihan transfer keuangan daerah (TKD) tidak boleh disalahartikan sebagai pemangkasan anggaran daerah.
Menurutnya, langkah tersebut dilakukan untuk memastikan anggaran dialokasikan pada program prioritas yang manfaatnya langsung dirasakan masyarakat.
Baca juga : Prabowo & Golkar: Satu Tekad Untuk Negeri Tercinta
“Jangan diartikan sebagai potong transfer daerah. Transfer itu ada yang langsung dan ada yang tidak langsung. Tetapi pada dasarnya anggaran tetap ke daerah. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) misalnya, langsung mengalir ke desa, kecamatan, hingga kabupaten,” kata Prabowo saat membuka Apkasi Otonomi Expo 2025 di ICE BSD, Serpong, Tangerang, Kamis (28/8/2025).
Prabowo menjelaskan, sepanjang 2025 pemerintah telah menggelontorkan Rp171 triliun untuk program MBG yang menjangkau 34 juta penerima manfaat, mulai dari siswa sekolah hingga ibu hamil. Program ini juga menciptakan 6.610 dapur umum, dengan rata-rata satu dapur menyerap 50 tenaga kerja. Total, lebih dari 330.500 lapangan kerja baru terbuka.
Baca juga : Momen Prabowo Ucapkan Selamat Ulang Tahun Ke-61 Untuk Menteri Sosial Gus Ipul
“Target sampai Desember nanti bisa mencapai 82,9 juta penerima manfaat. Program ini bahkan mulai dilirik dunia. Sebagai perbandingan, Brasil butuh 11 tahun untuk menjangkau 40 juta penerima manfaat,” ujarnya.
Prabowo juga menekankan pemerataan akses program MBG hingga ke wilayah terpencil dan kepulauan. Ia mengakui distribusi di daerah tersebut tidak mudah, namun merupakan kewajiban negara untuk menghadirkan keadilan.
Baca juga : BRI Salurkan Beasiswa Pendidikan Dorong Peningkatan Kualitas Pelajar
“Kita menghadapi kesulitan di desa terpencil dan pulau-pulau jauh. Tetapi tidak ada alasan. Mereka juga anak-anak Indonesia. Mereka harus kita urus, kita bela, dan kita beri makan. Di mana pun berada, tidak boleh ada anak Indonesia yang kelaparan,” tegasnya.
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mendorong kepala daerah mencari sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) baru tanpa membebani masyarakat kecil. Ia juga meminta pemerintah daerah menangkap peluang dari program unggulan pemerintah, seperti Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, hingga Koperasi Desa Merah Putih.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya