Dark/Light Mode

Banjir Bandang NTT, Mensos Salurkan Bantuan Rp 644 Juta Untuk Warga Nagekeo

Senin, 15 September 2025 10:43 WIB
Bantuan air bersih untuk korban banjir bandang NTT. (Foto Kemensos)
Bantuan air bersih untuk korban banjir bandang NTT. (Foto Kemensos)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyampaikan duka cita mendalam atas jatuhnya korban jiwa akibat banjir bandang yang menerjang Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Senin (8/9/2025).

Gus Ipul menegaskan komitmen pemerintah untuk hadir melindungi dan memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak bencana.Kementerian Sosial bersama pemerintah daerah, TNI-Polri, Tagana, dan unsur terkait terus berupaya memberikan perlindungan dan pemenuhan kebutuhan dasar bagi warga terdampak.

“Penanganan darurat dilakukan secara terpadu agar masyarakat bisa segera bangkit dari situasi sulit ini,” ujar Gus Ipul, Minggu (14/9/2025).

Baca juga : Muhammadiyah Salurkan Bantuan untuk Pengungsi Palestina di Yordania

Banjir bandang yang dipicu hujan deras dan meluapnya Sungai Lewoledeho ini menewaskan enam orang, sementara tiga lainnya masih dalam pencarian. Selain itu, tercatat 39 rumah hanyut, 17 rusak berat, 48 rusak ringan, serta 1.271 jiwa terdampak.

Korban meninggal dunia di antaranya berasal dari Desa Sawu, Desa Lokalaba, dan satu orang meninggal di rumah sakit setelah sempat dirawat.

Kementerian Sosial sudah menggelar dapur umum lapangan di Kantor Kecamatan Mauponggo dengan kapasitas produksi 3.813 porsi makanan per hari. Hingga 14 September, sebanyak 5.013 porsi telah disalurkan kepada warga terdampak.

Baca juga : Kemen PU Buka Akses Jalan, Kemensos Salurkan Bantuan

Selain itu, bantuan logistik senilai Rp 644,3 juta telah dikirimkan, mencakup makanan siap saji, makanan anak, family kit, selimut, kasur, hingga tenda keluarga portabel. Distribusi dilakukan melalui Dinas Sosial Kabupaten Nagekeo, Sentra Efata Kupang, dan Dinas Sosial Provinsi NTT.

Pemerintah Kabupaten Nagekeo telah menetapkan status tanggap darurat bencana selama 21 hari, mulai 9–30 September 2025. Koordinasi lintas kementerian, lembaga, dan Forkopimda diperkuat, termasuk melalui rapat yang dipimpin Kepala BNPB.

Gus Ipul menegaskan, Kementerian Sosial akan memastikan setiap bantuan yang disalurkan tepat sasaran dan menjangkau semua warga terdampak. “Kami memastikan negara hadir di tengah masyarakat. Setiap warga yang terdampak harus mendapat perlindungan dan kebutuhan dasarnya terpenuhi,” tegasnya.

Baca juga : BRI Peduli Tanggap Bencana Banjir, Gercep Salurkan Bantuan di Bali dan NTT

Saat ini, sebagian besar pengungsi masih menumpang di rumah kerabat, sementara tim SAR gabungan terus mencari korban hilang. Dengan kondisi cuaca yang masih diguyur hujan ringan hingga sedang, pemerintah mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan bencana susulan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.