Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Perkuat Industri, Menperin Ajukan Tambahan Anggaran Rp 1,46 T Untuk 2026
Rabu, 3 September 2025 17:26 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengajukan tambahan anggaran Rp1,46 triliun pada tahun 2026 untuk mendukung 222 program strategis, mulai dari penguatan IKM, hilirisasi, hingga pendidikan vokasi.
Hal tersebut disampaikan Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita saat memaparkan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Perindustrian (RKAKL) Tahun Anggaran 2026 dalam rapat kerja bersama Komisi VII DPR RI di Jakarta, Rabu (3/9/2025). Ikut mendampingi Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza dan jajaran eselon 1 Kemenperin.
Dalam paparannya, Agus menjelaskan bahwa pelaksanaan APBN Kemenperin tahun 2025 memiliki pagu total Rp 2,54 triliun, dengan nilai blokir anggaran sebesar Rp 576,42 miliar. Dengan demikian, pagu efektif Kemenperin tahun ini hanya Rp 1,96 triliun. Hingga 31 Agustus 2025, realisasi anggaran telah mencapai 58,39 persen dari pagu efektif.
“Sebagian besar kegiatan baru terealisasi pada semester II, dan saat ini mayoritas program sedang dalam tahap penyelesaian fisik. Meski terdapat keterbatasan, kami terus berupaya mengoptimalkan pelaksanaan anggaran agar mendukung pencapaian target pembangunan industri,” ujar Agus.
Baca juga : Diikuti 13 Negara, Jepang Tambah Pasukan di Latgabma SGS 2025
Untuk tahun anggaran 2026, Kemenperin mendapatkan pagu sebesar Rp 2,50 triliun, atau turun 1,57 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Menurut Agus, fluktuasi ini menjadi tantangan tersendiri, namun target program prioritas tetap harus tercapai.
Dari total anggaran 2026, Rp 685,9 miliar dialokasikan untuk fungsi pendidikan dalam rangka pengembangan SDM industri, sedangkan Rp 1,82 triliun digunakan untuk fungsi ekonomi guna memperkuat pertumbuhan dan daya saing sektor industri nasional.
Agus memaparkan bahwa sejumlah program prioritas telah disusun untuk mendukung sasaran pembangunan dalam Asta Cita, antara lain penguatan industri kecil dan menengah (IKM) sebagai rantai pasok, hilirisasi sumber daya alam dan pengembangan industri prioritas, akselerasi ekspor produk dan jasa industri, serta peningkatan produktivitas melalui inovasi dan teknologi.
Selain itu, program penguatan SDM industri melalui pendidikan dan pelatihan vokasi, percepatan industri hijau, peningkatan penggunaan produk dalam negeri, pengembangan industri halal, serta pengembangan kawasan industri juga menjadi agenda penting.
Untuk mengoptimalkan pencapaian target, Kemenperin mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp 1,46 triliun. Dengan tambahan tersebut, total pagu 2026 akan meningkat menjadi Rp 3,97 triliun. Tambahan dana itu akan digunakan untuk membiayai 222 kegiatan strategis yang berdampak langsung pada percepatan pembangunan sektor industri.
Beberapa program yang akan didanai antara lain partisipasi Indonesia sebagai Partner Country pada Pameran Industri Internasional INNOPROM 2026 di Rusia, pengadaan peralatan laboratorium pendukung penerapan SNI wajib, serta pengadaan sarana dan prasarana pendidikan vokasi.
“Keikutsertaan Indonesia pada INNOPROM 2026 merupakan upaya strategis memperkuat hubungan industri dengan Rusia. Ini sekaligus melanjutkan kesuksesan partisipasi Indonesia sebagai partner country Hannover Messe 2023 yang menghasilkan komitmen investasi Rp 30 triliun dari 19 kerja sama. Nilai investasi itu mencapai lebih dari 200 kali lipat dibandingkan anggaran keikutsertaan sebesar Rp 140 miliar,” jelas Agus.
Alokasi tambahan anggaran juga diarahkan pada program hilirisasi sumber daya alam, penguatan IKM melalui sertifikasi dan adopsi teknologi, restrukturisasi mesin dan peralatan industri, hingga penyelenggaraan pendidikan vokasi di berbagai tingkatan.
Baca juga : Pemkot Tangerang Luncurkan Pembayaran QRIS Tap Di Transportasi Umum
Di hadapan Komisi VII DPR, Agus menegaskan pentingnya dukungan legislatif terhadap rencana kerja Kemenperin 2026. “Kami berharap dukungan penuh dari pimpinan dan anggota dewan agar percepatan pembangunan industri nasional dapat terwujud secara optimal. Industri adalah motor penggerak ekonomi kita, dan keberlanjutannya sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah, pelaku industri, serta dukungan DPR RI,” pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya