Dark/Light Mode

Kemenperin-Toyota Kembangkan Bioethanol Dari Limbah Sawit

Selasa, 16 September 2025 15:54 WIB
Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita. (Foto: Ist)
Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong pemanfaatan tandan kosong kelapa sawit (TKKS) sebagai bahan baku bioethanol melalui proses ekstraksi glukosa. Langkah ini diyakini mendukung pengembangan energi berkelanjutan di Indonesia.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, keberhasilan program tersebut membutuhkan sinergi lintas sektor antara pemerintah, industri, dan lembaga riset. “Kami optimistis, kolaborasi menjadi kunci menghadirkan teknologi ramah lingkungan dan berkelanjutan,” ujarnya di Jakarta, Selasa (16/9/2025).

Upaya ini diwujudkan lewat kerja sama Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Agro (BBSPJIA) dengan PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), didukung PT Rekayasa Industri dan Institut Teknologi Bandung (ITB). Kolaborasi ini diharapkan memperkuat inovasi dalam mengolah limbah sawit menjadi energi terbarukan yang bernilai tambah.

Baca juga : Pertama Di Indonesia, PalmCo Bangun Pabrik CBG Dari Limbah Sawit

Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI), Andi Rizaldi menekankan, pentingnya peran BBSPJIA sebagai lembaga teknis yang berfokus pada pengembangan teknologi pemanfaatan limbah agroindustri. “Kolaborasi erat antara pemerintah, lembaga riset, dan industri seperti BBSPJIA dan Toyota menjadi fondasi bagi inovasi hijau di Indonesia,” katanya.

Melalui fasilitas Pilot Plant Fraksionasi TKKS, BBSPJIA telah mampu mengubah limbah sawit menjadi bioethanol, glukosa, xylosa, lignin, dan produk turunan lainnya. Teknologi ini diharapkan bisa menjadi model pengembangan bioenergi yang berkelanjutan di tingkat industri.

Kepala BBSPJIA, Yuni Herlina Harahap, menjelaskan pilot plant juga berfungsi sebagai wadah riset dan pengembangan bagi industri untuk menghasilkan energi terbarukan dari limbah sawit yang selama ini belum dimanfaatkan maksimal. “Proyek percontohan ini diharapkan dapat membuka jalan bagi riset lebih lanjut mengenai biomassa sebagai sumber energi ramah lingkungan,” ujarnya.

Baca juga : Denny JA Kenalkan Generasi Rentan Dan Solusinya

Yuni menambahkan, inisiatif ini juga memperkuat posisi Indonesia di pasar energi bersih global. “Kami yakin, Indonesia bisa melangkah ke arah industri hijau yang berkelanjutan dan berdaya saing tinggi. Kolaborasi lintas sektor akan membawa perubahan positif bagi tantangan energi dan lingkungan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Presiden Direktur PT TMMIN, Bob Azam menegaskan, pihaknya mendukung penuh inisiatif tersebut. Menurutnya, pemanfaatan bioethanol dari limbah sawit sejalan dengan prinsip ekonomi sirkular. “Kami tidak hanya melihat bioethanol sebagai energi alternatif, tetapi juga sebagai cara mengurangi dampak lingkungan dan meningkatkan nilai tambah industri kelapa sawit yang dominan di Indonesia,” katanya.

Bob menambahkan, TMMIN berkomitmen aktif mempercepat transisi Indonesia menuju ekonomi hijau dengan mendukung inovasi teknologi dan riset energi berkelanjutan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.