Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
KLH Di Forum Bumi: Bambu Punya Peran Penting Mitigasi Perubahan Iklim
Kamis, 18 September 2025 21:56 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menyoroti peran penting bambu sebagai solusi ketahanan ekosistem, ekonomi, dan sosial. KLH menilai bambu memiliki kemampuan serapan karbon tinggi sehingga berperan signifikan dalam mitigasi perubahan iklim.
"Pemanfaatan bambu sejalan dengan agenda pembangunan rendah karbon Indonesia,” kata Direktur Mitigasi Perubahan Iklim KLH, Haruki Agustina di acara Forum Bumi yang digelar di Jakarta, Kamis (18/9/2025).
Di kesempatan sama, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian, Putu Juli Ardika menjelaskan potensi besar bambu di sektor industri. Kata Putu, bambu bisa dikembangkan menjadi produk bernilai tinggi. Mulai dari furnitur, tekstil, hingga material ramah lingkungan yang berdaya saing global.
Baca juga : Hadiri Forum BRICS, Wamen Faisol Perkuat Kerja Sama RI-Rusia Di Sektor Industri
"Kementerian Perindustrian mendorong pemanfaatan bambu sebagai substitusi bahan baku kayu sekaligus penguatan industri hijau nasional,” ungkap Putu.
Sementara, Compliance, Corporate Affairs & Legal Director PT CIMB Niaga, Fransiska Oei menegaskan pentingnya kolaborasi sektor swasta dalam ekosistem bambu berkelanjutan. Menurutnya, keberlanjutan bukan hanya soal lingkungan, melainkan juga tentang penciptaan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.
“Industri perbankan dapat berperan melalui dukungan pembiayaan hijau agar bambu menjadi bagian dari ekonomi masa depan,” jelas Fransiska.
Baca juga : Lestari Moerdijat: Kemampuan Adaptasi Kunci Perubahan Teknologi
Direktur Komunikasi dan Kemitraan Yayasan KEHATI, Rika Anggraini, menekankan bambu bukan sekadar sumber daya alam, melainkan bagian dari kearifan lokal dan identitas budaya masyarakat adat.
“Bambu merupakan alternatif pengganti kayu yang mampu menyerap air, menopang ketahanan sosial, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat bila dikelola dengan tepat,” pungkas Rika.
Adapun melalui forum ini, para pemangku kepentingan sepakat bambu bukan hanya warisan budaya, melainkan juga sumber daya strategis untuk menjawab tantangan perubahan iklim, memperkuat ketahanan ekosistem, serta membuka peluang ekonomi baru. Sinergi antara kebijakan Pemerintah, dukungan industri, dan partisipasi masyarakat menjadi kunci agar bambu dapat menjadi komoditas unggulan Indonesia di masa depan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya