Dark/Light Mode

Amerika Shutdown, Airlangga Pastikan Tidak Ngefek Ke Kita

Sabtu, 4 Oktober 2025 07:30 WIB
Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: Dwi Pambudo/RM)
Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: Dwi Pambudo/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Amerika Serikat (AS) resmi mengalami penghentian (shutdown). Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan kondisi tersebut tidak akan memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian Indonesia.

Menurut Airlangga, shutdown Pemerintah AS tidak akan mempengaruhi nilai tukar rupiah. Pasalnya, operasional pemerintahan berbeda dengan urusan pasar keuangan.

“Tidak (menganggu rupiah), itu kan (shutdown) Pemerintah Amerika, beda,” ujar politisi Partai Golkar itu di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (3/10/2025).

Baca juga : Tragedi Ambruknya Musola Pesantren Al Khoziny, 13 Santri Meninggal Dunia

Terkait negosiasi tarif, Airlangga menegaskan poin-poin pembahasan bilateral antara Indonesia dengan AS relatif sudah selesai. Karena itu, ia yakin shutdown Amerika tidak akan memengaruhi hasil perundingan dagang Indonesia.

“Relatif kita sudah selesai itu (finalisasi),” kata Airlangga.

Senada, ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Eko Listiyanto menilai, potensi dampak shutdown AS terhadap perekonomian Indonesia relatif kecil. Sebab, shutdown lebih banyak memengaruhi layanan publik dan urusan administratif domestik di AS.

Baca juga : Hari Ini Buka Pendaftaran Calon Ketua, Golkar Bengkulu Siap Gelar Musda

Lagipula, tambah Eko, kondisi government shutdown bukanlah hal baru dalam politik dan tata kelola anggaran di Negeri Paman Sam. Situasi ini kerap terjadi akibat kebuntuan kesepakatan antara Partai Republik dan Demokrat.

Berdasarkan pengalaman beberapa episode shutdown sebelumnya, efek langsung terhadap Indonesia dan negara-negara Asia cenderung terbatas. “Sejauh ini dari pengalaman shutdown AS sebelumnya dampaknya memang tidak besar bagi Indonesia,” jelas Eko kepada Rakyat Merdeka, Jumat (3/10/2025). 

Namun, Eko mengingatkan jika shutdown berlangsung lama, misalnya berbulan-bulan, potensi hambatan bisa muncul. Hal ini karena sebagian kerja sama ekonomi maupun non-ekonomi Indonesia-AS tetap membutuhkan dukungan birokrasi Senat. 

Baca juga : Kisruh Di Markas PPP, Kubu Mardiono Ngajak Kubu Agus Rukun Lagi

“Secara umum dampak bagi Indonesia bisa dikatakan minimal,” pungkas Eko.

Untuk diketahui, sejak 1 Oktober 2025 roda pemerintahan AS mengalami shutdown. Akibatnya, gaji ratusan ribu pegawai tidak dibayar dan pemasukan negara berkurang. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.