Dark/Light Mode

Bertemu 2 Syarikah Terpilih

Kemenhaj Komit Beri Pelayanan Aman, Nyaman dan Berkualitas ke Jemaah Haji

Rabu, 15 Oktober 2025 21:32 WIB
Pertemuan Kemenhaj dengan dua syarikah, di Arab Saudi. (Foto: Dok. Kemenhaj)
Pertemuan Kemenhaj dengan dua syarikah, di Arab Saudi. (Foto: Dok. Kemenhaj)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) berkomitmen menghadirkan penyelenggaraan ibadah haji yang nyaman, aman, dan terjangkau bagi jemaah Indonesia. Komitmen itu disampaikan Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf dalam pertemuan resmi dengan dua syarikah (perusahaan penyedia layanan) terpilih, Rakeen dan Al-Bait Guest, di Arab Saudi, September.

Kedua perusahaan itu akan menjadi mitra utama dalam penyelenggaraan layanan bagi jamaah Indonesia pada musim haji mendatang. Gus Irfan menekankan, Kemenhaj akan menjadi wajah baru penyelenggaraan haji Indonesia, dengan menjunjung tinggi prinsip integritas, transparansi, akuntabilitas, dan profesionalisme.

“Tidak boleh ada permainan sedikit pun dalam pelaksanaan haji. Tidak ada perlakuan khusus bagi pimpinan, perwakilan, atau pihak mana pun selain jemaah Indonesia. Tahun ini kita mulai haji dengan proses yang bersih, transparan, dan akuntabel,” tegas Gus Irfan, seperti keterangan yang diterima redaksi, Rabu (15/10/2025).

Baca juga : Kemenhaj Kolaborasi dengan KPK Perkuat Integritas Penyelenggaraan Haji

Ia juga mengingatkan agar semua pihak waspada terhadap oknum yang mengatasnamakan kementerian atau pejabat untuk meminta imbalan atau fasilitas tertentu.

“Jika ada yang mengatasnamakan pimpinan atau kementerian untuk meminta sesuatu, itu tidak benar. Kami tidak butuh perlakuan khusus. Kalau syarikah mendapat keuntungan dari kerja sama ini, wujudkan dalam bentuk peningkatan pelayanan untuk jamaah,” ujarnya.

Kemenhaj juga meminta dukungan kedua syarikah agar memperjuangkan lokasi terbaik bagi jemaah Indonesia di Masyair. Selama dua tahun terakhir, jemaah Indonesia menempati zona 3 dan 4. Kemenhaj menegaskan, tidak ingin jemaah kembali ditempatkan di zona 5.

Baca juga : Kemenko Polkam Bubarkan Desk Dan Satgas Karhutla

“Kami akan dianggap gagal jika jemaah Indonesia masih ditempatkan di zona 5. Karena itu, perjuangkan agar jemaah kita mendapat tempat terbaik,” tegas Gus Irfan.

Kerja sama dengan kedua syarikah itu akan bersifat jangka panjang selama tiga tahun, dengan evaluasi rutin setiap musim haji. Kemenhaj meminta agar kualitas layanan terus ditingkatkan, terutama fasilitas akomodasi, tenda, dan sanitasi.

“Kami mendorong kedua syarikah bersaing secara sehat dan terbuka. Evaluasi dilakukan setiap tahun. Jika ada pelayanan di bawah standar, bisa dikenai sanksi hingga pemutusan kontrak,” katanya.

Baca juga : TA Menteri PU Dapat Dukungan Dewan Pers Permudah Kerja Media

Gus Irfan juga menyoroti sejumlah catatan dari penyelenggaraan sebelumnya, terutama soal validasi data jemaah dan peningkatan kualitas markaz. Pada musim haji 2026, Indonesia akan memberangkatkan 203.320 jemaah haji reguler, dan seluruh pihak diminta memberikan pelayanan terbaik tanpa kecuali.

Untuk memperkuat sinergi, Kemenhaj mendorong agar komunikasi antara tim syarikah dan tim kementerian dilakukan secara intensif, baik di Arab Saudi maupun di Indonesi. Terutama dalam pendataan jamaah, pembagian bus, pengaturan hotel, konsumsi, dan distribusi kartu nusuk yang diharapkan selesai sebelum Ramadan. Kementerian juga mendukung agar syarikah mempekerjakan tenaga pendukung musiman asal Indonesia guna mempermudah komunikasi dan koordinasi di lapangan.

Melalui pertemuan ini, Kemenhaj menegaskan tekad untuk mewujudkan penyelenggaraan ibadah haji yang bersih, profesional, dan berorientasi pada jamaah, sejalan dengan semangat reformasi pelayanan publik yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.