Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Bertemu Di Balai Kota, Gubernur Pramono Dan Ahok Bahas PBB-P2 Di Jakarta
Rabu, 20 Agustus 2025 20:26 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bertemu dengan Gubernur DKI Jakarta periode 2014–2019, Basuki Tjahja Purnama alias Ahok, di Balai Kota Jakarta, Rabu (20/8/2025).
Pertemuan dua kader PDI-Perjuangan itu membahas sejumlah isu strategis, mulai dari pajak bumi dan bangunan (PBB), transportasi, hingga penetapan lokasi (penlok) untuk penataan Kali Ciliwung.
"Pokoknya saya belajar dari Pak Ahok ya,” ujar Pramono singkat usai pertemuan di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu (20/8/2025).
Baca juga : Gelar Bazaar, KKP Gencar Promosikan UMKM Perikanan
Ahok menjelaskan bahwa salah satu topik utama pembicaraan adalah mengenai PBB yang selama ini menjadi sorotan publik. Menurutnya, prinsip dasar PBB adalah nilai jual obyek pajak (NJOP) tidak boleh melebihi harga pasar.
“Kita ngobrol banyak hal lah, termasuk soal PBB. PBB kan orang suka bilang zaman Ahok juga naikin PBB. Jadi prinsip PBB itu kan tidak boleh melebihi NJOP dari harga pasar. NJOP kan gitu. Jadi dulu kita naikkan karena harga jual sama NJOP itu terlalu jomblang jauh. Nah lalu kita sesuaikan,” kata Ahok.
Lebih lanjut, Ahok menilai kondisi saat ini berbeda dengan beberapa tahun lalu. Dia menyinggung banyaknya tanah yang sulit terjual meski NJOP sudah ditetapkan pemerintah.
Baca juga : Gubernur Pramono Kaji Opsi Bangun Jembatan
"Kalau sekarang kan banyak sekali tanah-tanah dijual. Harga NJOP aja kadang nggak laku. Makanya tahun depan mungkin harus dievaluasi,” katanya.
Ahok juga mencontohkan adanya kawasan kampung di Jakarta yang nilai jual tanahnya cukup tinggi, tetapi NJOP masih relatif kecil. Dia menilai pemerintah perlu mencari solusi yang adil agar tidak membebani masyarakat kecil.
"Terus kita juga mesti lihat misalnya contoh di beberapa daerah kampung memang harga jualnya tinggi, NJOP-nya masih kecil. Itu bisa disesuaikan nggak," kata Ahok.
Baca juga : Gubernur Pramono: Ragunan Buka Malam Hari Baru Tahap Perencanaan
"Kayak kita dulu kan Jakarta sampai 2 miliar gratis,” tambahnya.
Ahok menjelaskan, dirinya datang hanya untuk saling berdiskusi dengan Pramono dan menyampaikan hal-hal yang diketahui semasa menjadi Gubernur Jakarta.
"Pak Pram bilang kita diskusi sama Bapeda juga," katanya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya