Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
KP2MI Pastikan, 110 WNI Korban Online Scam di Kamboja dalam Kondisi Aman
Selasa, 21 Oktober 2025 17:37 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) memastikan bahwa seluruh 110 warga negara Indonesia (WNI) yang terlibat dalam peristiwa di Kota Chrey Thum, Provinsi Kandal, Kamboja, saat ini dalam kondisi aman. Mereka telah berada di bawah penanganan otoritas Kamboja serta dalam pendampingan langsung dari KBRI Phnom Penh.
Berdasarkan laporan resmi KBRI Phnom Penh dan hasil koordinasi dengan tim KP2MI di lapangan, diperoleh perkembangan terkini sebagai berikut:
- 97 WNI melarikan diri dari perusahaan yang diduga menjalankan kegiatan penipuan daring (online scam).
- 13 WNI lainnya berhasil dikeluarkan dari lokasi tempat mereka bekerja di Chrey Thum.
Sebelumnya, 99 WNI diamankan di kantor kepolisian setempat, dan 11 WNI dirawat di rumah sakit. Saat ini, seluruh 110 WNI telah berada di Rumah Detensi Imigrasi Phnom Penh untuk proses pendataan dan pemeriksaan oleh otoritas setempat.
Hasil Assessment Sementara
- Dari 11 WNI yang melapor mengalami kekerasan, terdapat 4 WNI yang berperan sebagai “leader scam” dan diduga sebagai pelaku kekerasan terhadap rekan-rekannya. Kasus ini sedang ditangani oleh kepolisian Kamboja.
- Dari total 110 WNI, 91 orang memiliki dokumen paspor yang sah, sementara 19 WNI tidak memiliki paspor.
- Berdasarkan pendataan awal, 91 WNI tersebut berasal dari Sumatera Utara (Medan), Sulawesi Utara (Manado), Kalimantan Barat (Pontianak), dan Batam, dengan lama tinggal di Kamboja bervariasi antara dua tahun hingga dua bulan terakhir.
Langkah Penanganan KP2MI
Baca juga : Privy Hadirkan Layanan Pertanahan di BP Batam Lebih Cepat dan Aman
KP2MI telah mengirimkan tim langsung ke Kamboja untuk berkoordinasi dengan KBRI Phnom Penh serta bertemu dengan otoritas setempat guna memastikan kondisi seluruh WNI.
Bersama Kementerian Luar Negeri RI dan KBRI Phnom Penh, KP2MI melakukan pendataan, asesmen, dan verifikasi terhadap data pribadi serta perusahaan tempat para WNI bekerja, sekaligus menyiapkan langkah pemulangan setelah proses hukum selesai.
KP2MI juga mendorong seluruh Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah untuk memperkuat pencegahan keberangkatan WNI ke sektor online scam di Kamboja dan Myanmar melalui edukasi, pengawasan, dan penegakan hukum. KP2MI juga memastikan seluruh WNI yang menjadi korban maupun yang terlibat dalam kasus ini dalam kondisi aman.
Baca juga : Menlu Pastikan Kasus Penembakan Staf KBRI Lima Zetro Leonardo Diusut Tuntas
"Pemerintah Indonesia melalui KBRI Phnom Penh dan KP2MI bekerja sama secara intensif dengan otoritas Kamboja untuk menjamin perlindungan, pendampingan hukum, serta proses pemulangan yang manusiawi dan bermartabat,” ujar Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Mukhtaruddin, seperti keterangan yang diterima redaksi, Selasa (21/10/2025),
KP2MI mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran kerja di luar negeri tanpa melalui prosedur resmi. "Pemerintah akan memperkuat kerja sama lintas kementerian dan aparat penegak hukum untuk memutus jaringan perekrutan ilegal yang menjerat warga negara kita,” tambah Mukhtaruddin.
KP2MI terus memantau perkembangan kasus ini dan menyampaikan pembaruan kepada publik secara berkala sesuai informasi resmi dari KBRI Phnom Penh dan otoritas Kamboja.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya