Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kerja Sama Kembangkan Kawasan Transmigrasi
Mentrans Ajak Investor China Ke Pasel Dan Malut
Minggu, 26 Oktober 2025 06:55 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Transmigrasi (Kementrans) bersama Pemerintah Provinsi Papua Selatan (Pasel) dan Maluku Utara (Malut) menjalin kesepakatan kerja sama strategis dengan Pemerintah China. Kerja sama ini untuk mengembangkan kawasan transmigrasi yang terintegrasi.
Menteri Transmigrasi (Mentrans) Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara mengatakan, kerja sama itu merupakan tindak lanjut dari kunjungan kerja ke China beberapa waktu lalu. Agenda ini memperkuat komitmen kedua negara dalam kolaborasi pembangunan di sektor pertanian, perkebunan, perikanan, serta pendidikan vokasi.
“Ada beberapa hal yang kami bahas. Kami akan menindaklanjuti kerja sama pertanian, khususnya padi. Bulan November nanti, investor dari China akan kami ajak ke kawasan transmigrasi di Papua Selatan untuk mengembangkan sentra pangan,” ujar Iftitah dalam keterangannya, Sabtu (25/10/2025).
Baca juga : Pemakzulan Bupati Pati Diputuskan Akhir Bulan
Selain sektor pangan, potensi kelapa di Maluku Utara juga menjadi sorotan utama. “Akhir tahun ini akan datang investor ke Halmahera Utara untuk melihat langsung potensi kelapa. Konsumsi kelapa di China mencapai lebih dari empat miliar butir per tahun, sementara produksinya baru sekitar satu miliar butir. Ini peluang besar bagi kita,” ungkapnya.
Kerja sama tersebut tak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga penguatan Sumber Daya Manusia (SDM). Pemerintah China sebelumnya telah membangun Lembaga Pendidikan Kerja di Sofifi, Maluku Utara, dan model serupa akan dikembangkan di Papua Selatan.
Dalam waktu dekat, Kementrans berencana menggelar Business Forum Indonesia–China, yang akan mempertemukan ratusan investor asal China dengan pemerintah daerah. Forum ini menjadi wadah bagi daerah transmigrasi mempresentasikan potensi ekonomi lokal mereka kepada calon mitra global.
Baca juga : Meski Tidak Punya Menteri, Paloh: NasDem Bahagia Mendukung Pemerintah
“Seluruh kerja sama investasi diarahkan untuk memberdayakan masyarakat lokal. Model investasi kami fokus pada modal, teknologi dan jaminan pasar dari mitra luar,” ucapnya. Sementara tenaga kerja dan lahan tetap berasal dari masyarakat setempat. Prinsipnya, investasi harus memperkuat ekonomi lokal, bukan menggantikannya.
Politisi Partai Demokrat itu menambahkan, kolaborasi lintas negara harus dibangun atas dasar saling melengkapi. “Saya sering sampaikan, kerja sama itu bukan mencari kesamaan, tapi melengkapi perbedaan,” imbuhnya.
Dia mencontohkan, China menyukai durian tapi tak bisa menanamnya, sementara kita punya lahan dan tenaga kerja. Mereka bawa teknologi dan modal, kita bangun industri bersama di Indonesia. Itulah semangat konektivitas dan inklusivitas yang kami dorong.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya