Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Kampung Nelayan Merah Putih: Janji Gerakan dari Tepi Laut
Sabtu, 8 November 2025 18:58 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Kelautan dan Perikanan, melangkah keluar dari Istana Merdeka, Kamis, 6 November 2025. Di tangan, dia pegang map berisi catatan penting, menandai babak baru perjalanan pembangunan pesisir Indonesia.
“Progresnya sudah sekitar 20 sampai 30 persen,” katanya kepada wartawan yang menunggu di tangga Istana. “Dari 65 titik Kampung Nelayan Merah Putih, kita harapkan akhir tahun bisa tuntas semuanya,” bebernya, soal Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), di halaman Istana Merdeka, Jakarta.
Program KNMP bukan sekadar proyek infrastruktur. Ia lahir sebagai gerakan sosial untuk memulihkan wajah pesisir—dari Aceh hingga Merauke—agar para nelayan kembali berdaya di lautnya sendiri. Di sejumlah titik, rumah panggung diperbaiki, dermaga diperkuat, dan sentra pengolahan ikan rakyat mulai berdenyut dengan aktivitas baru.
Di Tuban, misalnya, Suharno (46) menatap perahu kayu tuanya dengan wajah lega. “Dulu kalau ombak besar, kapal kami harus bersandar jauh,” ujarnya di Pantai Tasikharjo, 2 November 2025. “Sekarang sudah dibangun pelabuhan kecil, jadi kami bisa bekerja lebih aman.”
Budidaya Darat: Harapan Baru dari Hulu
Baca juga : Macan Putih Janji Tampil Total Lawan Persebaya
Dalam rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto, pemerintah mengarahkan agar sektor kelautan tak lagi hanya bergantung pada tangkapan laut. Budidaya perikanan di darat menjadi mesin baru.
Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono saat meninjau pembangunan tambak budidaya udang berbasis kawasan di Kebumen, Jawa Tengah. [Foto: KKP]
“Itu perintah langsung dari Presiden,” ujar Trenggono. “Beliau ingin agar 500 kabupaten memiliki kawasan budidaya, supaya produksi ikan lebih stabil dan berkelanjutan,” esoknya, di Kantor KKP, Jakarta, 7 November 2025.
Budidaya darat dipandang sebagai jawaban atas ketidakpastian cuaca dan penurunan hasil tangkapan laut. Air payau diolah menjadi kolam-kolam bioflok, tempat ribuan benih nila, lele, dan udang vaname tumbuh dalam sistem sirkulasi tertutup.
“Kalau laut sedang buruk, nelayan tetap bisa panen dari kolam darat,” kata Rizal Afandi, Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, hanya selang beberapa hari sebelumnya, di Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau Jepara, 3 November 2025.
Peta Jalan Dua Tahun
Baca juga : IKN Tak Akan Jadi Kota Hantu
Pemerintah menargetkan dua tahun untuk memperluas proyek budidaya di 500 kabupaten. Tahun ini dimulai dengan 100 titik pembangunan awal, disertai pelatihan bagi nelayan dan petani ikan lokal.
“Targetnya tuntas pada 2026. Tapi 2025 ini sudah mulai berjalan,” tutur Trenggono, saat di Istana Merdeka, Jakarta, 6 November 2025.
Balai Layanan Usaha Produksi Perikanan Budidaya (BLUPPB) di Karawang, Jawa Barat (7/1). kolam pembenihan Nila, panen budidaya Bioflok Lele, Budidaya Udang Vaname kolam bundar, dan membuka klaster tambak Udang Vaname.
Balai Layanan Usaha Produksi Perikanan Budidaya (BLUPPB), berupa kolam pembenihan Nila, panen budidaya Bioflok Lele, budidaya udang Vaname kolam bundar, dan membuka klaster tambak Udang Vaname di Karawang, Jawa Barat. [Foto: KKP]
Di Banyuwangi, kelompok Mina Asri Mandiri mulai beralih ke sistem tambak modern. “Dulu panen tiga bulan sekali, sekarang dua bulan bisa panen,” ujar Siti Aminah (39), anggota kelompok tersebut. “Kami juga diajari cara menjual hasil secara online,” katanya di Dusun Grajagan, Banyuwangi, 5 November 2025.
Target Besar, Pengawasan Ketat
Baca juga : Wamenkop: Kopdes Merah Putih Bisa Jadi Pelaksana SPPG Program MBG
Sementara, Pemerintah menyiapkan Rp 1,34 triliun untuk membangun 65 kampung nelayan tahap pertama dari rencana 100 titik. “Sisanya tetap dijalankan, tapi penyalurannya bertahap,” ujar Trenggono usai rapat kabinet bersama Presiden Prabowo.
Presiden disebut sangat tertarik dengan proyek ini. “Begitu saya tunjukkan model KNMP di Biak, beliau langsung bilang: ‘Bangun seratus dulu,’” kisah Trenggono.
Kabupaten Biak Numfor menjadi salah satu proyek percontohan di kawasan timur Indonesia. “Biak punya potensi laut besar, tapi dulu infrastrukturnya minim,” ujarnya setelah meninjau lokasi di Biak Timur, 5 November 2025.
Di kawasan itu kini berdiri dermaga, pabrik es, cold storage berkapasitas 50 ton, bengkel perahu, docking, hingga Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) di laut. “Semua fasilitas ini untuk memastikan ikan yang ditangkap nelayan sampai ke pasar tanpa terbuang,” katanya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya