Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Purbaya: Pembangunan Jalan Terus
IKN Tak Akan Jadi Kota Hantu
Selasa, 4 November 2025 08:04 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menepis kabar Ibu Kota Nusantara (IKN) akan menjadi “kota hantu”. Dia menegaskan, pembangunan IKN akan terus berjalan.
Isu IKN bakal menjadi kota hantu mencuat setelah media Inggris The Guardian menyoroti penurunan anggaran dan progres pembangunan yang dinilai tidak secepat ekspektasi awal dan belum terlihatnya aktivitas sosial maupun ekonomi di lokasi ibu kota baru tersebut.
“Kalau kata saya, tidak akan jadi kota hantu,” tegas Purbaya setelah Rapat Kerja bersama Komite IV DPD RI di Jakarta, Senin (3/11/2025).
Sejak pertama kali digagas di era Presiden Joko Widodo (Jokowi), pendanaan proyek pemindahan ibu kota memang sempat mengalami penyesuaian. Dari yang semula mendapat suntikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp 43,8 triliun, kini menjadi Rp 15,33 triliun.
Namun, Purbaya memastikan anggaran akan ditambah sesuai keperluan. Apalagi, di era Presiden Prabowo Subianto, Pemerintah menerapkan skema pembiayaan baru, yakni kombinasi antara APBN, Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), serta investasi asing langsung.
“Kalau perekonomian Indonesia sudah bagus, maka dana Pemerintah akan banyak nanti. Jadi, Anda tidak perlu takut. Jangan dengar prediksi orang luar negeri, itu sering salah,” ujarnya menegaskan.
Baca juga : Soeharto Pahlawan Tergantung Prabowo
Purbaya menjelaskan, saat ini fokus diarahkan pada konsolidasi pembangunan, penataan kelembagaan Otorita IKN, serta peningkatan keterlibatan sektor swasta. Pendekatan ini dipercaya mampu mendorong investasi non-APBN.
Ia mengatakan, investasi itu akan menjadi pendorong utama pembangunan selanjutnya. Sementara Pemerintah bertugas menyediakan kerangka hukum dan infrastruktur dasar.
Purbaya menyebut, Pemerintah memberi ruang lebih luas kepada pihak swasta untuk membangun hunian dan fasilitas dasar, sekaligus mengurangi beban fiskal yang terlalu besar dan menguji minat pasar terhadap kota baru tersebut.
“Kita sudah setujui pihak swasta yang membangun rumah di sana, ada beberapa perusahaan. Sepertinya tidak berhenti, masih jalan terus. Kita ikuti arahan Presiden seperti apa,” katanya.
Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono juga menegaskan, situasi di ibu kota baru jauh dari kata sepi. Di lapangan tercatat sekitar 7.000 pekerja konstruksi yang sedang aktif bekerja.
Basuki mengatakan, jumlah tersebut diprediksi melonjak menjadi sekitar 20.000 pekerja guna mempercepat pengerjaan fisik. Saat ini prasarana dan sarana perkantoran lembaga legislatif dan yudikatif di IKN resmi dimulai.
Baca juga : Segera Disidangkan: Nasib Sahroni, Nafa, Uya dan Eko Ada di Palu MKD
Pembangunan ini, dipastikan Basuki, dilakukan secara hati-hati untuk menjaga standar tinggi dalam pelaksanaan proyek strategis tersebut.
“Ada tiga hal yang saya tegaskan untuk diperhatikan, yaitu kualitas, estetika, dan keberlanjutan lingkungan,” ujarnya dalam siaran pers, Senin (3/11/2025).
Dimulainya pembangunan infrastruktur kawasan legislatif dan yudikatif ditandai dengan penandatanganan dua paket kontrak pekerjaan:
Pertama, Paket Pembangunan Jalan Kawasan Yudikatif dan Paket Pembangunan Jalan Kawasan Pendukung KIPP 1A, serta satu paket Manajemen Konstruksi Induk.
Lingkup pekerjaan meliputi pembangunan jalan dan Multi Utility Tunnel (MUT), instalasi mekanikal-elektrikal, jalur pedestrian dan pesepeda, jembatan pelengkung, serta dinding penahan tanah.
Kedua, untuk Pembangunan Jalan Kawasan Yudikatif, nilai kontrak mencapai Rp1,9 triliun dengan total panjang 6,418 kilometer (km). Masa pelaksanaan proyek dimulai Oktober 2025 hingga Desember 2027.
Baca juga : Gedung Legislatif-Yudikatif Di IKN Dianggarkan 11,6 T
Adapun Paket Jalan Kawasan Pendukung KIPP 1A senilai Rp1,1 triliun dengan total panjang 5,399 km, dikerjakan sejak Oktober 2025 hingga November 2027. Selain itu, turut ditandatangani paket Manajemen Konstruksi Induk senilai Rp 8,5 miliar guna mendukung pengawasan pembangunan.
Kontrak-kontrak tersebut mencakup perencanaan dan harmonisasi desain, keterpaduan pelaksanaan, hingga pengelolaan indikator kinerja untuk menjamin proyek berjalan efektif, efisien, terintegrasi, dan sesuai prinsip keberlanjutan.
Basuki memastikan seluruh pekerjaan akan terus dipantau agar berjalan sesuai rencana. “Saya tinggal di sini, saya bisa supervisi setiap saat. Saya tegaskan bahwa seluruh penyedia jasa harus memenuhi tiga hal tadi,” tegasnya.
Diketahui, pembangunan IKN tahap II terbagi dalam tiga batch. Batch 1 merupakan kontrak satu tahun (single year contract) untuk 2025, batch 2 kontrak multiyears 2025–2027, dan batch 3 kontrak multiyears 2026–2028.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya