Dark/Light Mode

Cek Lokasi Longsor Di Cilacap, Mendagri Minta Pemda Perkuat Mitigasi Bencana

Rabu, 19 November 2025 17:40 WIB
Mendagri Tito Karnavian saat meninjau lokasi longsor di Desa Cibeunying, Cilacap,  Rabu (19/11/2025).
Mendagri Tito Karnavian saat meninjau lokasi longsor di Desa Cibeunying, Cilacap, Rabu (19/11/2025).

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meninjau lokasi bencana longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (19/11/2025). Dalam kunjungan tersebut, Tito menemui para penyintas serta memberikan penguatan kepada keluarga korban yang masih menanti hasil pencarian di hari terakhir operasi SAR.

Tito menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam operasi pencarian, Basarnas, BNPB, TNI/Polri, Satpol PP, dan para relawan, serta meminta mereka tetap solid hingga seluruh korban ditemukan. Ia menekankan pentingnya kecepatan dan kekompakan di lapangan untuk meredakan kecemasan keluarga yang kehilangan anggota keluarganya.

“Saya datang langsung untuk melihat kondisi di lapangan dan memastikan penanganan berjalan maksimal. Ini juga menjadi peringatan bagi pemda lain agar segera memperkuat mitigasi bencana,” ujar Tito dalam apel kesiapsiagaan di lokasi.

Baca juga : Gelar Forum Komunikasi Sekolah Binaan, Astra Perkuat Ekosistem Pendidikan

Menurut Tito, Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan Kemendagri untuk memetakan daerah rawan bencana bersama pemerintah daerah, mengingat intensitas curah hujan diprediksi masih tinggi dalam beberapa waktu ke depan.

“Curah hujan akhir-akhir ini memang tinggi dan akan berlanjut. Ini berisiko, terutama di Jawa yang padat penduduk. Kalau longsor terjadi di lahan kosong tidak masalah, tetapi kalau menimpa permukiman, akibatnya bisa fatal,” jelasnya.

Tito menegaskan perlunya inventarisasi titik rawan sekaligus penyiapan langkah mitigasi sejak dini. Ia mempersilakan pemerintah daerah merelokasi warga yang tinggal di lokasi berisiko, seraya belajar dari tragedi longsor yang pernah terjadi di Cilacap maupun Banjarnegara.

Baca juga : Longsor Di Cilacap Dipicu Hujan Ekstrem, BMKG Siapkan Modifikasi Cuaca

Jika terkendala pembiayaan, ia meminta pemda memaksimalkan dana tidak terduga (DTT) dan memanfaatkan dukungan kementerian terkait.

“Kalau wilayahnya rawan, silakan direlokasi. Dukungan dari Pemkab Cilacap juga sangat solid. Presiden memerintahkan kami melihat langsung kebutuhan di lapangan. Ada DTT yang bisa digunakan, Kemensos juga sudah membantu. Jika kurang, nanti bisa ditambah. Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman juga dapat menjadikannya prioritas pembangunan hunian,” kata Tito.

Dalam kesempatan itu, Tito juga mendengarkan langsung keluhan dari seorang warga, Dede Eko Prasetyo, yang kehilangan istri dan dua anak, sementara satu anaknya masih dalam pencarian. Dede meminta pemerintah mempercepat pemulihan pascabencana serta memberikan dukungan bagi keluarga korban.

Baca juga : Operasi Zebra 2025 Digelar, Kakorlantas Utamakan Perlindungan Pejalan Kaki

“Saya kehilangan keluarga dan rumah saya hilang. Pak Tito bilang akan berkoordinasi dengan kementerian lain untuk mencari solusi. Semoga segera ada realisasi,” ungkap Dede dengan mata berkaca-kaca.

Longsor di Desa Cibeunying terjadi pada Kamis (13/11/2025). Hingga memasuki hari ketujuh pencarian pada Rabu (19/11/2025), Tim SAR kembali menemukan dua jenazah. Total 20 korban ditemukan meninggal dunia, 23 orang selamat, dan tiga korban masih dalam pencarian. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.