Dark/Light Mode

ITPC Tekankan Restorasi Gambut Sebagai Fondasi FOLU Net Sink 2030

Minggu, 23 November 2025 11:56 WIB
Perwakilan Forestry Interim Secretariat ITPC memaparkan urgensi restorasi gambut dalam Dialogue Session di Paviliun Indonesia, COP30, Belem.
Perwakilan Forestry Interim Secretariat ITPC memaparkan urgensi restorasi gambut dalam Dialogue Session di Paviliun Indonesia, COP30, Belem.

RM.id  Rakyat Merdeka - Forestry Interim Secretariat ITPC menegaskan bahwa restorasi gambut tropis menjadi pilar utama pencapaian target FOLU Net Sink 2030 Indonesia. Penegasan itu disampaikan dalam Dialogue Session di Paviliun Indonesia pada COP30, Belem, Brazil, 21 November 2025.

Dialogue Session bertajuk "Mengintegrasikan Restorasi Lahan Gambut dan FOLU dalam Kerangka Pasar Karbon Global". 

Sesi ini menyoroti perlunya penguatan tata kelola ekosistem gambut tropis bersamaan dengan berkembangnya mekanisme pembiayaan iklim melalui pasar karbon global. Pendekatan ini diharapkan menjadi insentif bagi negara-negara pemilik lahan gambut guna mempercepat upaya restorasi dan pengurangan emisi.

Indonesia memiliki sekitar 24 juta hektare Kesatuan Hidrologis Gambut, dan 74% berada di dalam kawasan hutan negara. Ekosistem gambut Indonesia diperkirakan menyimpan sekitar 89 gigaton karbon (GtC), setara dengan kurang lebih 20 tahun emisi global dari bahan bakar fosil.

Baca juga : Persis Manfaatkan Jeda Internasional Untuk Benahi Fondasi Tim

Melalui pengelolaan dan restorasi yang efektif, emisi dapat ditekan sebesar 1,3-2,6 GtCO2e per tahun, menjadikan gambut sebagai salah satu pilar terpenting dalam pencapaian target FOLU Net Sink 2030.

Forum ini dihadiri UNEP, FAO, JICA, Greifswald Mire Centre, Congo Peat Project, serta APHI itu.

Martin Klause, Direktur Perubahan Iklim UNEP, menekankan bahwa kerja sama South-South Cooperation dalam pengelolaan gambut dapat memperkuat diplomasi iklim dan memperluas akses pendanaan mitigasi dan adaptasi.

"Insentif dari pasar karbon diharapkan dapat memperkuat upaya restorasi gambut serta meningkatkan kontribusi sektor FOLU terhadap pencapaian NDC," ujarnya.

Baca juga : Pertamina Tegaskan Transformasi Kejar Target NZE 2060 di COP30

Dari FAO, Amy Duchelle memaparkan pembelajaran dari pengalaman negara-negara tropis dalam menurunkan emisi berbasis sektor kehutanan dan pemanfaatan lahan.

Simon Lewis, Kepala Congo Peat Project University of Leeds, menegaskan bahwa strategi iklim di Cekungan Kongo memerlukan pendekatan yang berbasis sains agar memberikan dampak nyata dan berkelanjutan.

Senada, Franziska Tanneberger dari Greifswald Mire Centre menekankan bahwa ilmu pengetahuan harus berperan sebagai landasan kebijakan, pengembangan kapasitas, dan penguatan tata kelola, terutama dalam konteks pasar karbon yang terus berkembang.

Dari sisi teknis, Mitsuru Osaki, ahli JICA dan Presiden Japan Peatland Society, menegaskan bahwa penerapan MRV Tier 3 telah memperkuat akurasi penghitungan karbon sektor FOLU Indonesia dan perlu terus ditingkatkan agar memenuhi standar nasional dan internasional.

Baca juga : TRESemmé Tampilkan Ribuan Inspirasi Gaya Rambut dalam JFW 2026

Sementara itu, Dian Novarina (APHI) menyoroti peran sektor swasta sebagai mitra dalam restorasi gambut dan potensi keterhubungan dengan berbagai platform pasar karbon global untuk mendukung pembiayaan jangka panjang.

Menutup sesi, Bambang Supriyanto, Wakil Ketua Forestry Interim Secretariat ITPC, menekankan bahwa negara-negara pemilik gambut tropis harus tampil sebagai pemimpin dalam diplomasi iklim.

"Negara anggota Forestry Interim Secretariat ITPC di Cekungan Kongo, Asia Tenggara, dan Amazon-termasuk Indonesia, DRC, Republik Kongo, dan Peru-perlu tampil sebagai peatland country champions. Kepemimpinan ini penting untuk memperkuat diplomasi iklim dan memobilisasi pendanaan global demi mempercepat restorasi dan tata kelola hutan gambut tropis," tegasnya. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.