Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Dari Jalanan Masuk Ke Instansi
Pemerintah Waspadai Wajah Baru Premanisme
Senin, 24 November 2025 06:55 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Percepatan integrasi data dan penguatan kanal aduan masyarakat menjadi perhatian penting dalam upaya memberantas praktik premanisme. Selain itu, penanganan maraknya hoaks di ruang digital juga dianggap krusial, karena berpotensi mengganggu stabilitas keamanan.
Asisten Deputi Koordinasi Penanganan Kejahatan Konvensional dan Kejahatan Terhadap Kekayaan Negara Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam), Brigjen Pol. Irwansyah, menyampaikan hal itu dalam keterangan tertulisnya, Minggu (23/11/2025).
Baca juga : NasDem Sumsel Tekankan Loyalitas Kader Dan Pengurus
“Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah organisasi masyarakat (ormas) teridentifikasi terlibat dalam tindakan seperti intimidasi, pemerasan, penguasaan lahan ilegal, pengawalan ilegal, hingga tindakan intoleransi, yang bahkan memicu gangguan keamanan publik,” ungkap Irwansyah.
Menurut data Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), jumlah ormas di Indonesia mencapai 636.572 organisasi, dengan penambahan hampir 40.000 ormas dalam enam bulan terakhir. “Meskipun kebebasan berserikat dilindungi UUD 1945 Pasal 28, pemerintah menekankan perlunya pengawasan agar aktivitas ormas tidak menyimpang dari ketentuan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2017,” katanya.
Baca juga : Jaga Kedaulatan Digital, Gerindra Berharap Regulasi AI Dikebut
Irwansyah menegaskan, pemerintah terus memperkuat stabilitas keamanan nasional di tengah meningkatnya penyimpangan aktivitas ormas yang mengarah pada praktik premanisme. “Intervensi ormas di sektor-sektor yang bukan kewenangannya telah menimbulkan keresahan masyarakat dan mengganggu iklim investasi,” ujarnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya