Dark/Light Mode

Buku Sejarah Indonesia 10 Jilid Diluncurkan, Bahas Java Man hingga Reformasi

Minggu, 14 Desember 2025 21:16 WIB
Foto: Kemenhub
Foto: Kemenhub

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia resmi meluncurkan buku monumental berjudul Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global. Buku sejarah nasional ini terdiri dari 10 jilid utama ditambah satu jilid faktaneka dan indeks.

Peluncuran dilakukan di Jakarta, Minggu (14/12/2025). Penyusunan buku ini melibatkan 123 sejarawan dari 34 perguruan tinggi di seluruh Indonesia.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan, buku ini disusun sebagai rangkuman penting perjalanan bangsa Indonesia dalam konteks global, mulai dari masa prasejarah hingga era Reformasi.

“Ini bukan sejarah yang seratus persen lengkap, melainkan highlight perjalanan bangsa dari prasejarah sampai Reformasi,” ujar Fadli Zon dalam sambutannya.

Baca juga : Aktifkan Status Siaga Daerah

Secara garis besar, jilid pertama membahas akar peradaban Nusantara, termasuk dinamika prasejarah dan masyarakat awal. Salah satu sorotan pentingnya adalah kembalinya fosil Java Man (Homo erectus) ke Indonesia sebagai bagian dari kedaulatan budaya.

Jilid kedua dan ketiga mengulas posisi Nusantara dalam jaringan global, terutama interaksi dengan India, Tiongkok, dan Persia yang membentuk jalur perdagangan maritim dan fondasi pluralitas.

Jilid keempat dan kelima merekam perjumpaan awal dengan bangsa Barat serta proses terbentuknya negara kolonial.

Sementara itu, jilid keenam dan ketujuh fokus pada masa pergerakan kebangsaan hingga perjuangan mempertahankan kemerdekaan periode 1945–1950.

Baca juga : Generasi Muda FKPPI Luncurkan Era Baru dengan Transformasi Berbasis AI

Jilid kedelapan dan kesembilan membahas konsolidasi negara bangsa serta pembangunan pada era Orde Baru.

Adapun jilid kesepuluh mengulas Reformasi dan konsolidasi demokrasi Indonesia sejak 1998 hingga 2024.

Guru Besar Sejarah dan Kebudayaan Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Amelia Fauzia, menilai kehadiran buku ini sebagai capaian penting dalam penulisan sejarah nasional.

“Ini luar biasa dan bersifat historis. Kita sudah lama membutuhkan buku sejarah yang lebih komprehensif dengan data-data baru,” kata Amelia.

Baca juga : Besok HWB Purwakarta Resmi Diluncurkan, Harga Mulai Rp 98 Juta

Meski demikian, Amelia mengingatkan tantangan besar ke depan adalah memastikan buku ini dapat diakses dan relevan bagi Generasi Z yang lebih akrab dengan media digital dibandingkan teks cetak.

Fadli Zon menegaskan penerbitan buku ini tidak memiliki kepentingan politik dan merupakan bagian dari rangkaian menuju 80 tahun kemerdekaan Indonesia.

“Ini untuk kepentingan bangsa ke depan. Pro dan kontra itu biasa dalam demokrasi,” ujarnya.

Ke depan, Kementerian Kebudayaan juga berencana melanjutkan penulisan buku sejarah tematik lainnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.