Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Ini Kata Seskab Teddy Soal Polemik Status Bencana Nasional Untuk Banjir Sumatera
Jumat, 19 Desember 2025 16:57 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyampaikan tanggapannya terkait polemik status bencana nasional untuk musibah banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).
"Jadi gini, bencana ini ada di tiga provinsi, ketiganya terdampak. Tapi mungkin satu dua minggu ini, semua fokusnya hanya ke Aceh. Sejak hari pertama, tanggal 26, Pemerintah Pusat sudah melakukan penanganan skala nasional di tiga provinsi ini. Langsung mobilisasi nasional. Mari kita fokus ke substansinya," kata Teddy dalam Konferensi Pers Perkembangan Penanggulangan Bencana Sumatera di Jakarta, Jumat (19/12/2025).
Teddy menjelaskan, saat ini sudah ada lebih dari 50 ribu pasukan TNI, Polri, Basarnas, dan relawan-relawan di lokasi bencana. Banyak sekali. Di minggu pertama, seperti disampaikan KSAD Maruli Simanjuntak, ada 26 ribu pasukan.
Teddy lantas menjawab isu yang menyebut anggaran tidak akan turun dari pusat, jika musibah banjir bandang dan longsor Sumatera tidak ditetapkan sebagai bencana nasional.
Baca juga : Seskab Teddy Luruskan Isu Miring Pemerintah Lambat Tangani Bencana Sumatera
"Bapak Presiden sudah jawab dari awal, semuanya ini akan menggunakan dana pusat. Dana Rp 60 triliun sudah dikeluarkan secara berangsur, untuk membangun kembali rumah sementara, rumah hunian tetap, fasilitas semuanya, gedung DPRD, kecamatan juga," terang Teddy.
Menurutnya, seluruh bupati dan wali kota yang totalnya berjumlah 52 orang telah mendapat bantuan uang cash. Bila ada kebutuhan lain, silakan disampaikan. Nanti akan dibantu juga. Selain itu, kata Teddy, segala macam bantuan juga sudah masuk ke kabupaten tersebut.
Teddy lalu menyampaikan tanggapannya terkait isu yang menyebut pemerintah pusat tidak akan memberikan sarana, prasarana dan fasilitas jika musibah itu tidak ditetapkan sebagai bencana nasional.
"Sudah dijawab juga di lapangan, 100 lebih kapal, pesawat, helikopter sudah ke sana. Ada alat berat dari PU, mungkin totalnya sekitar 1.000, diangkut dari mana pun di Indonesia ini ke sana," beber Teddy.
Baca juga : BTN Peduli-Muhammadiyah Bersinergi Bantu Korban Banjir Sumatera
"Kemudian kalau tidak bencana nasional, pemulihan infrastruktur katanya hanya di daerah. Semuanya sudah digerakkan ke sana. Perlu waktu, makanya kita sama-sama. Jembatan banyak putus, jalan banyak putus, berangsur-angsur disambung. Jembatan sudah langsung dibuktikan, satu minggu, tujuh sampai sepuluh, jadi. Itu yang kerja, bukan satu dua orang. Semua warga di situ kerja, semuanya mendukung semuanya. Kita saling dukung di sini," sambungnya.
Teddy menyadari, bantuan logistik dan segala upaya yang dilakukan pemerintah, masih belum sempurna. Karena itu, dia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk sama-sama bahu-membahu, saling dukung.
"Kalau niat bantu, ayo ikhlas, tulus. Kalau Anda ke sana, ada daerah yang belum dapat logistik, sampaikan ke petugas. Sampaikan ke TNI, Puri, Basaras, dan BNPB: Pak, titik ini belum ada logistik, desa ini belum. Pasti langsung dikerjakan," imbau Teddy.
"Bisa Anda sampaikan ke bupati, semua bupati, kepala daerah, gubernur, bupati, wakil, wali kota, wakil dan pegawainya. Semua di sana bisa dijangkau, bisa dihubungi. Aparat-aparat di sana bekerja semua. Kalau ada yang kurang, Anda sampaikan. Pasti langsung, secepat mungkin gimana caranya itu nyampai," lanjutnya.
Baca juga : Kapolri Beri Semangat Kepada Anggota Polri Terdampak Bencana Di Sumbar
Teddy memastikan, seluruh pihak yang ada di lokasi bencana: semua petugas, TNI, Puri, BNPB, Basarnas, petugas PLN, petugas Pertamina, para supir truk, dokter, tim medis, pilot-pilot heli, kru, pesawat, relawan, warga, dan juga wartawan, telah berjuang keras untuk mempercepat pemulihan pasca bencana. Baik yang terlihat kamera atau tidak, bahkan yang sudah tidak bisa lagi kita lihat saat ini.
Teddy meminta masyarakat yang dianugerahi Tuhan punya pengaruh, entah itu kecil atau besar, dan punya kemampuan berbicara panjang lebar, untuk menggunakannya secara bijak. Bukan malah bikin rumit situasi.
"Sampaikan pernyataan dan pertanyaan yang bijak. Jangan menggiring-giring seolah pemerintah tidak kerja, petugas-petugas di lapangan tidak kerja. Di sini semua butuh kerja sama, kekompakan, energi positif," pesan Teddy.
"Banyak kok yang datang, betul-betul niat bantu. Sampaikan ke petugas, Pak di sana kurang, di sini kurang, ayo kita sama-sama Pak. Saya ada ini, kayak gitu. Kalau niat bantu, ayo sama-sama. Hibur warga, timbulkan optimisme, bikin ketawa, timbulkan senyum, timbulkan keyakinan. Sekali lagi, ayo kita saling bantu, saling jaga, saling dukung, sebarkan energi positif," pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya