Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
KLH Kirim 10 Ribu Galon Air untuk Korban Banjir Aceh
Minggu, 28 Desember 2025 22:29 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) bergerak cepat merespons bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh. KLH mengerahkan bantuan logistik air bersih skala besar untuk memenuhi kebutuhan dasar warga yang kehilangan akses air layak konsumsi.
Sebanyak 25 truk pengangkut yang membawa 10 ribu galon air mineral diberangkatkan ke titik-titik terdampak paling parah. Distribusi bantuan dilakukan secara terukur, dengan sasaran Kabupaten Aceh Utara sebanyak 18 truk dan Kabupaten Aceh Tamiang tujuh truk.
Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH Hanif Faisol Nurofiq menegaskan, kehadiran KLH di tengah situasi darurat bukan sekadar penyaluran logistik, melainkan bentuk perlindungan terhadap kualitas hidup masyarakat saat infrastruktur vital lumpuh.
Baca juga : Pertamina Pulihkan 12 Sumur Dan Pasok Air Bersih Untuk Warga Aceh
“Kami berharap bantuan ini dapat dimaksimalkan dan menjadi langkah nyata dalam masa tanggap darurat serta pemulihan pascabencana,” ujar Hanif, dalam keterangan tertulis, Minggu (28/12/2025).
Menurut Hanif, intervensi tersebut difokuskan untuk memenuhi kebutuhan air minum dan memasak yang hingga kini masih terbatas akibat rusaknya jaringan air bersih serta tercemarnya sumber air oleh material banjir.
Selain mengirimkan air kemasan, KLH/BPLH juga menerjunkan tim teknis untuk mengoperasikan tiga unit alat penjernih air (water purifier) di Kabupaten Aceh Tamiang. Ketersediaan air minum yang higienis menjadi prioritas mutlak pada masa darurat guna mencegah munculnya penyakit berbasis lingkungan.
Baca juga : BMKG Kasih Warning, Bibit Siklon Baru Muncul Lagi
Tim teknis KLH menempuh jalur darat menuju Aceh untuk memastikan seluruh bantuan tersalurkan tepat sasaran sekaligus melakukan inspeksi lingkungan secara menyeluruh. Sebagai pusat kendali di lapangan, KLH juga mendirikan posko di Kota Lhokseumawe.
Posko tersebut tidak hanya berfungsi sebagai titik distribusi bantuan, tetapi juga menjadi basis pemantauan dampak lingkungan pascabencana. Data yang dihimpun akan menjadi dasar penyusunan strategi rehabilitasi ekosistem jangka panjang di Aceh.
Hanif berharap sinergi antara penanganan darurat dan pemulihan lingkungan dapat mempercepat normalisasi kehidupan warga serta menekan risiko penyakit akibat sanitasi yang buruk.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya