Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- STY Nilai Persija Sudah 80 Persen Jelang Super League 2026/2027
- Beckham Putra Siap Bawa Persib Lolos ke ACL Two
- Runner Up, Timnas Putri U-16 Punya Masa Depan Cerah
- Atasi Karhutla Riau, Prabowo Minta Bangun 306 Sumur Bor Di Dekat Hotspot
- Calon Bos OJK Sarjito Beberkan Tantangan Bursa Mineral RI Agar Dipercaya Dunia
Prabowo Ingatkan Podcast Bisa Berbahaya, Pakar Jangan Asal Bicara
Senin, 5 Januari 2026 23:21 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto menyoroti maraknya fenomena podcast di era social media (sosmed). Menurut Prabowo, konten podcast bisa berbahaya, jika menampilkan pakar yang berbicara tanpa data atau keahlian yang memadai.
"Sosmed ini baik. Tapi ada juga bahayanya kadang-kadang dengan banyak podcast. Banyak pakar bicara asal bicara," ujar Prabowo dalam Perayaan Natal Nasional Tahun 2025 di Jakarta, Senin (5/2/2026).
Prabowo mengaku sering melihat komentar atau pernyataan pakar-pakar, yang sepertinya selalu mengerti isi pikirannya. Sehingga, Prabowo berkelakar, kalau ingin mengecek apa yang sedang dipikirkan oleh dirinya sendiri, dia akan langsung mencarinya di podcast.
Baca juga : Prabowo Bagikan Becak Listrik, Penarik Lansia Tuban Happy
"Kira-kira, apa ya yang sedang dipikirkan Prabowo? Ngarang, gitu kan? Prabowo dibilang sedang konflik dengan ini, nanti dengan itu," tuturnya.
"Senangnya ramai, gaduh. Padahal nggak ada, Saudara-saudara," imbuh Prabowo.
China Wajibkan Influencer Berijazah
Sadar akan bahaya pakar yang bicara sembarangan di media sosial, China menerapkan undang-undang baru yang mewajibkan konten kreator dan influencer untuk memiliki ijazah, lisensi profesional, dan sertifikat resmi di bidang terkait sejak 25 Oktober 2025. Terutama, untuk berbagai topik sensitif seperti kedokteran, hukum, pendidikan, atau keuangan.
Baca juga : Demokrat Aceh Teguhkan Nilai Perjuangan Partai
Aturan ini ditujukan untuk memerangi disinformasi, dan melindungi publik dari nasihat yang keliru atau berpotensi berbahaya.
Tak cuma itu, platform media sosial di China juga diharuskan memberikan edukasi kepada pengguna, mengenai tanggung jawab mereka saat membagikan konten di dunia maya.
Baca juga : Prabowo Minta Pemerintah Tidak Libur, Fokus Tangani Bencana
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya