Dark/Light Mode

Program P2B Beri Manfaat Nyata Bagi Warga Kota Bogor

Rabu, 17 Desember 2025 16:31 WIB
Para pengurus Kelompok Wanita Tani Srikandi saat berdialog dengan perwakilan Ditjen Hortikultura Kementan, Selasa (16/12/2025). Foto: Kementan
Para pengurus Kelompok Wanita Tani Srikandi saat berdialog dengan perwakilan Ditjen Hortikultura Kementan, Selasa (16/12/2025). Foto: Kementan

RM.id  Rakyat Merdeka - Program Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) terbukti memberi dampak positif bagi ibu-ibu rumah tangga.

Di Kota Bogor, program P2B tidak hanya membantu mengurangi kecemasan warga terhadap fluktuasi harga cabai dan kebutuhan sayuran harian, tapi juga berkontribusi dalam mengatasi stunting atau gizi buruk. Selain itu, program ini memberi penghasilan tambahan bagi warga Kota Bogor.

Ketua KWT Srikandi Kedung Badak Ira Supriati mengatakan program P2B diwujudkan melalui pemanfaatan lahan pekarangan seluas sekitar 850 meter persegi yang ditanami beragam komoditas hortikultura. Bantuan yang diterima meliputi berbagai bibit sayuran, 450 polibag bibit cabe, 60 polibag bibit pisang, pupuk, hingga pestisida nabati.

“Adanya bantuan P2B ini menambah semangat kami karena ada perhatian Pemerintah untuk meningkatkan ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat, khususnya di Kompleks Perumahan Kedung Badak,” ujar Irawati di lokasi budidaya kelompoknya, Jl. Bhayangkara Raya, Kelurahan Kedung Badak, Kecamatan Tanah Sereal, Kota Bogor, Selasa (16/12/2025).

Baca juga : SPPG Terjun Marelan Medan Bantu Warga Terdampak Banjir

Ia menyebutkan, kehadiran P2B membuat anggota KWT tidak lagi terlalu khawatir ketika harga cabai melonjak di pasaran. Dengan memanen sendiri dari pekarangan, beban pengeluaran rumah tangga dapat ditekan.

“Ke depan, kita tidak perlu lagi khawatir. Walaupun harga cabe tinggi, kami bisa mengurangi pengeluaran rumah tangga. Program ini sangat membantu,” katanya.

Selain manfaat ekonomi, Irawati menambahkan kegiatan P2B juga meningkatkan aktivitas dan pengetahuan 39 anggotanya. Para ibu rumah tangga juga memperoleh pembelajaran langsung tentang budidaya cabai dan berbagai jenis sayuran lainnya.

Sementara itu, Ketua Pembina KWT Srikandi, AKBP (Purn) Tri Emi Purnomowati, mengaku awalnya sempat mengira program tersebut hanya sebatas wacana. Namun, keraguan itu sirna ketika bantuan benar-benar datang ke lokasi.

Baca juga : Wow, Main Video Game Ternyata Bermanfaat Bagi Kesehatan Mental

“Begitu truk bantuan datang membawa berbagai jenis bibit cabe dan sayuran, kami benar-benar bersyukur. Ini luar biasa,” ucap Tri Emi.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman atas perhatian yang diberikan kepada kelompok tani perempuan, tidak hanya di Kedung Badak, tetapi juga di berbagai daerah di Indonesia.

Menurutnya, jika seluruh tanaman cabai dan sayuran tersebut tumbuh subur, manfaatnya akan sangat besar bagi keluarga. Ibu-ibu rumah tangga tidak perlu lagi mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli cabai di pasar.

"Cukup memetik dari pekarangan. Bahkan bisa dibagikan ke tetangga yang belum punya tanaman cabai,” ujarnya.

Baca juga : Polri Salurkan Air Bersih Dan Bantu Bersihkan Rumah Warga Di Agam Sumbar

Selain itu, sambung Tri Emi, bantuan P2B ini juga sangat dirasakan manfaatnya, terutama bagi ibu-ibu yang gemar mengonsumsi makanan pedas. Program ini dinilai mampu memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus mempererat kebersamaan warga di lingkungan sekitar.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.