Dark/Light Mode

Prabowo Targetkan 2.500 Dapur MBG Beroperasi di Papua pada HUT ke-81 RI Nanti

Selasa, 16 Desember 2025 20:55 WIB
Presiden Prabowo Subianto didampingi Wapres Gibran Rakabuming Raka memberikan pengarahan kepada kepala daerah se-Papua dan Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (KEPP-OKP), di Istana Negara, Selasa (16/12/2025). (Foto: Setpres)
Presiden Prabowo Subianto didampingi Wapres Gibran Rakabuming Raka memberikan pengarahan kepada kepala daerah se-Papua dan Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (KEPP-OKP), di Istana Negara, Selasa (16/12/2025). (Foto: Setpres)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto menugaskan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk dapat mengoperasikan 2.500 Satuan Pelayanan Pengamanan Gizi (SPPG) di Papua saat HUT ke-81 RI, pada 17 Agustus 2026. Presiden Prabowo menyampaikan target tersebut ketika memberikan pengarahan kepada kepala daerah se-Papua dan Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (KEPP-OKP), di Istana Negara, Selasa (16/12/2025). 

Pada forum tersebut, Kepala BGN Dadan Hindayana menyatakan, Pulau Papua ditargetkan telah memiliki 2.500 SPPG pada Maret 2026. Dari jumlah tersebut, sekitar 1.400 SPPG akan berlokasi di wilayah-wilayah terpencil.

Baca juga : Politeknik ATK Yogya Targetkan Jadi Kampus Vokasi Industri Kelas Dunia Pada 2030

Prabowo menyambut baik rencana itu, namun ia juga menyadari potensi keterlambatan akibat tantangan geografis di Papua. Kendati demikian, ia berharap seluruh SPPG tersebut dapat berfungsi penuh paling lambat lima bulan setelahnya.

“Yang jelas, kita berharap 17 Agustus 2026 untuk Papua semua 2.500 SPPG sudah berfungsi. Kepala BGN punya rencana Maret sangat bagus, tapi kita berharap 17 Agustus semua SPPG untuk Papua harus sudah bekerja dan sudah berproduksi,” ujar Prabowo.

Baca juga : Kakorlantas Targetkan 1.000 Kamera e-TLE Terpasang di Jakarta pada 2026

Jumlah tersebut akan meningkat drastis dibandingkan saat ini. Menurut Dadan, kini Pulau Papua telah memiliki 179 SPPG yang tersebar di enam provinsi. Rinciannya, 65 SPPG terdapat di Provinsi Papua, 42 SPPG di Papua Barat, 30 SPPG di Papua Tengah, 28 SPPG di Papua Barat Daya, 8 SPPG di Papua Selatan, dan 5 SPPG di Papua Pegunungan.

Dadan optimistis, target tersebut dapat tercapai seiring tingginya minat investor untuk membangun SPPG di wilayah paling timur Indonesia itu. Seluruh fasilitas tersebut diproyeksikan melayani sekitar 750 ribu penerima manfaat.

Baca juga : Prabowo Dianugerahi Bejeweled Grand Cordon Al-Nahda oleh Raja Yordania

Hanya saja, anggaran yang dibutuhkan untuk mengoperasikan SPPG di Papua mencapai tiga kali lipat dibanding Pulau Jawa, mengingat tingginya biaya logistik dan bahan pangan. “Untuk 750 ribu (penerima manfaat) kalau di Jawa kan (anggarannya) Rp 7,5 triliun. Untuk di Papua, kemungkinan akan mencapai sekitar Rp 25 triliun,” tuturnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.