Dark/Light Mode

Penjelasan Resmi Kemenhub Soal Jatuhnya Pesawat ATR Di Sekitar Maros-Pangkep

Sabtu, 17 Januari 2026 16:48 WIB
Penjelasan Resmi Kemenhub Soal Jatuhnya Pesawat ATR Di Sekitar Maros-Pangkep

RM.id  Rakyat Merdeka - Pesawat ATR 42-500 PK-THT dengan registrasi PK-THT yang dioperasikan oleh Indonesia Air Transport (IAT), pemegang AOC 034, dilaporkan hilang kontak pada Sabtu (17/1/2026) siang. 

Berdasarkan laporan awal yang diterima Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) pesawat tersebut hilang kontak pada pukul 04.23 UTC atau 11.23 WIB, pada posisi sekitar radial 060 dengan jarak 12 nautical miles dari Makassar.

Pesawat tersebut merupakan ATR 42-500 buatan tahun 2000 dengan nomor seri 611, melayani penerbangan rute Yogyakarta Adi Sucipto (JOG) menuju Makassar Sultan Hasanuddin (UPG), dengan Pilot in Command Capt. Andy Dahananto.

"Pada pukul 13.17 WITA, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menerima informasi lanjutan dari General Manager AirNav Indonesia Cabang Makassar bahwa pesawat ATR 42-500 PK-THT hilang kontak di wilayah sekitar Maros–Pangkep, dengan perkiraan koordinat 04°57’08” Lintang Selatan dan 119°42’54” Bujur Timur, saat menjalani penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar," jelas Dirjen Perhubungan Udara Lukman F Laisa dalam keterangan resminya, Sabtu (17/1/2026).

Total Orang Dalam Pesawat 

Baca juga : Persis Bidik Akhiri Puasa Kemenangan Saat Jamu Persita di Manahan

Total orang di dalam pesawat (persons on board/POB) nahas tersebut dilaporkan berjumlah 10 orang, terdiri atas 7 awak pesawat dan 3 penumpang.

Kondisi Cuaca Saat Kejadian 

Menurut informasi awal, kondisi cuaca pada saat kejadian sedikit berawan, dengan jarak pandang (visibility) sekitar 8 kilometer. Detil informasi lebih lanjut masih dalam proses koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Upaya Pencarian & Pertolongan 

Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Makassar telah menggerakkan upaya pencarian dan pertolongan dengan mengerahkan 15 personel tim rescue, dilengkapi dengan 1 unit mobil truk personel, 1 unit rescue car, serta 1 unit drone untuk mendukung operasi pencarian.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara terus melakukan koordinasi intensif melalui Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah V Makassar dengan AirNav Indonesia, Basarnas, operator penerbangan, serta instansi terkait lainnya untuk memantau perkembangan situasi dan memastikan langkah penanganan berjalan optimal.

Waspada Dinamika Cuaca 

Baca juga : PGN Gagas Dan Renikola Kerja Sama Penyediaan CBG Di Sumut

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara mengimbau seluruh operator penerbangan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dinamika cuaca, melakukan perencanaan penerbangan secara maksimal, serta mematuhi persyaratan cuaca minimum pada tahap dispatch, take off, dan landing sesuai Standard Operating Procedure (SOP).

Selain itu, operator penerbangan juga diimbau untuk mengimplementasikan ALAR (Approach and Landing Accident Reduction) Toolkit sebagai langkah pencegahan terjadinya incident dan accident, khususnya pada fase pendekatan dan pendaratan di kondisi cuaca buruk maupun wilayah pegunungan.

Sebagai pedoman pelaksanaan, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara telah menerbitkan sejumlah Surat Edaran, yaitu:

  • Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2020 tentang Peningkatan Kewaspadaan terhadap Kondisi Cuaca Ekstrem dan Persiapan Arus Penumpang pada Musim Puncak.
  • Surat Edaran Nomor 47 Tahun 2020 tentang Kegiatan Operasi Penerbangan pada Kondisi Weather Minima.
  • Surat Edaran Nomor 01 Tahun 2022 tentang Peningkatan Kewaspadaan terhadap Kondisi Cuaca Ekstrem Dampak Fenomena La Nina.
  • Surat Edaran Nomor 09 Tahun 2024 tentang Peningkatan Kewaspadaan Menjelang Libur Natal dan Tahun Baru serta Penanganan Abu Vulkanik bagi Pemegang AOC dan OC.

"Direktorat Jenderal Perhubungan Udara akan menyampaikan pembaruan informasi secara berkala sesuai perkembangan resmi di lapangan," pungkas Lukman.

Baca juga : Persita Bidik Kemenangan Saat Menjamu Persik di Pekan ke-15

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.