Dark/Light Mode

Kemenhaj Matangkan Layanan Wukuf Lewat Simulasi Arafah

Rabu, 28 Januari 2026 20:22 WIB
Kepala Satuan Operasional Armuzna, Letkol Inf. Sunardi (tengah). [Foto: Rusma/RM.id]
Kepala Satuan Operasional Armuzna, Letkol Inf. Sunardi (tengah). [Foto: Rusma/RM.id]

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj RI) menggelar simulasi penanganan jemaah haji saat wukuf di Arafah sebagai bagian dari persiapan menghadapi musim haji 1447 Hijriah.

Langkah ini diarahkan untuk memantapkan kesiapan teknis sekaligus meningkatkan kapasitas petugas di fase puncak ibadah haji. Simulasi tersebut melibatkan Satuan Tugas (Satgas) Arafah yang terdiri dari petugas haji daerah kerja bandara dengan beragam fungsi layanan.

Baca juga : Kemenag Pastikan Bayar Tunjangan Profesi Guru dan Dosen, Anggaran Sudah Diajukan

Seluruh rangkaian kegiatan disusun menyerupai kondisi riil di lapangan, mulai dari kedatangan jemaah dari Mekkah hingga penempatan di tenda sesuai maktab masing-masing. Melalui alur layanan yang disimulasikan secara menyeluruh, petugas dibekali pemahaman utuh tentang mekanisme pelayanan jemaah selama wukuf.

Selain skema utama, simulasi juga memuat berbagai potensi kejadian, seperti penanganan jemaah disabilitas, jemaah salah maktab, jemaah yang terlewat layanan konsumsi, hingga skenario penanganan jemaah wafat.

Baca juga : PGN Dorong Pengembangan Jargas Lewat Kolaborasi Strategis

Kepala Satuan Operasional Armuzna, Letkol Inf. Sunardi, menegaskan bahwa kesiapsiagaan petugas menjadi faktor krusial dalam menjaga kelancaran pelayanan jemaah.

"Petugas haji harus tanggap dan cepat dalam mencari solusi. Respons yang tepat sangat menentukan, terutama pada fase krusial seperti wukuf di Arafah,” ujarnya.

Baca juga : Kemenkes Mulai Penanganan Medis Gratis Tahun Ini

Hal ini dia sampaikan di salah satu sesi Diklat Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 2026 dari 10 hingga 20 Januari 2026 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, pada Rabu (28/1/2026). 

Kemenhaj RI berharap, melalui simulasi ini, seluruh petugas haji memiliki kesiapan yang matang dari sisi teknis, koordinasi, dan mental. Dengan demikian, penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar. (*)

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.