Dark/Light Mode

Menteri Ara: PKP Bangun Superteam, Bukan Superman

Senin, 2 Februari 2026 16:17 WIB
Menteri PKP Maruarar Sirait saat berikan arahan  di Forum Peningkatan Integritas Pejabat PKP di Depok, Minggu (1/2/2026) sore.
Menteri PKP Maruarar Sirait saat berikan arahan di Forum Peningkatan Integritas Pejabat PKP di Depok, Minggu (1/2/2026) sore.

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menegaskan komitmennya membangun superteam, bukan mengandalkan figur superman, dalam menjalankan program perumahan nasional. Langkah ini dinilai penting agar seluruh kebijakan dan program strategis berjalan solid, berkelanjutan, serta tidak bergantung pada satu individu.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menekankan bahwa integritas, kolaborasi, dan kepercayaan publik merupakan modal utama dalam menjalankan agenda besar pembangunan perumahan dan kawasan permukiman.

"Kita tidak sedang mencari superman. Yang kita bangun adalah superteam. Program perumahan ini terlalu besar jika dikerjakan sendiri-sendiri. Harus dikerjakan bersama, cepat, dan solid," ujar Maruarar saat penutupan Forum Peningkatan Integritas Pejabat di Depok, Minggu (1/2/2026) sore.

Forum tersebut digelar sebagai upaya memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel, sekaligus membangun budaya kerja kolaboratif di lingkungan Kementerian PKP.

Baca juga : Menko AHY-Menteri Ekraf Dukung Ruang Kreatif Kuliner Atas Langit Cafe And Space

Maruarar yang akrab disapa Ara ini menambahkan, saat ini kepercayaan publik terhadap Kementerian PKP sangat besar, tercermin dari dukungan Presiden, DPR RI, hingga Satgas Perumahan. Bahkan, anggaran Kementerian PKP mengalami peningkatan hampir 100 persen, dari sekitar Rp5 triliun pada tahun sebelumnya menjadi Rp10 triliun.

"Kepercayaan sebesar ini harus kita jaga. Kita harus bekerja cepat, bekerja bersih, dan bekerja dengan terobosan untuk kepentingan rakyat, tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Maruarar juga menyampaikan peringatan keras soal antikorupsi di lingkungan Kementerian PKP. 

Ia menegaskan, tidak ada toleransi terhadap praktik penyimpangan.

Baca juga : Persib Bandung Minim Perombakan Skuad

"Korupsi adalah pengkhianatan terhadap rakyat. Di Kementerian PKP tidak ada tebang pilih. Siapa pun yang melanggar akan kami tindak tegas," kata Maruarar.

Menurutnya, besarnya anggaran dan program strategis sektor perumahan menuntut kepemimpinan yang memberi teladan, sistem pengendalian internal yang kuat, serta budaya kerja yang menjunjung tinggi integritas agar tidak membuka ruang penyimpangan.

Forum Peningkatan Integritas tersebut juga membahas penguatan sistem pengendalian internal, kepatuhan terhadap regulasi, serta peran pimpinan dalam membangun budaya antikorupsi dan kolaborasi lintas unit kerja.

Para peserta diajak memperkuat komitmen bersama untuk mencegah konflik kepentingan dan memastikan setiap kebijakan benar benar berpihak pada kepentingan publik.

Baca juga : Mendiktisaintek: 82 Kampus Bantu Pemulihan Aceh Dan Sumatera

Melalui forum ini, Kementerian PKP berharap seluruh pejabat mampu menjadi teladan integritas, memperkuat kerja kolektif sebagai satu superteam, serta menjaga kepercayaan publik dalam penyelenggaraan pembangunan perumahan dan kawasan permukiman di Indonesia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.