Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
BNPB–Kementerian PU Bangun 48 Sumur Air Bersih di Aceh Tamiang
Senin, 29 Desember 2025 10:29 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU) membangun sumur dalam dan sumur dangkal untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah Sumatera.
Khusus di Kabupaten Aceh Tamiang, akan dibangun sebanyak 48 sumur guna mencukupi kebutuhan air warga.
Direktur Air Minum Direktorat Cipta Karya Kementerian PU, Oscar Siagian, mengatakan pembangunan tersebut merupakan bagian dari upaya percepatan pemulihan layanan dasar pascabencana.
Baca juga : Polri Gali 93 Titik Sumur Bor Di Aceh Tamiang, Air Bersih Warga Terpenuhi
“Kami diminta menyelesaikan 48 sumur, baik sumur dangkal maupun sumur dalam, khusus di Aceh Tamiang. Itu di luar kabupaten dan kota lain di Aceh,” kata Oscar dalam konferensi pers bersama BNPB di Jakarta, Minggu (28/12).
Oscar menjelaskan, pembangunan 48 sumur tersebut ditargetkan rampung pada akhir Desember. Air dari sumur dalam akan dimanfaatkan untuk kebutuhan minum dan keperluan sehari-hari masyarakat terdampak.
“Sumur dangkal diperlukan masyarakat untuk membersihkan lumpur di permukiman dan rumah-rumah mereka. Sementara sumur dalam bisa digunakan untuk kebutuhan air bersih sehari-hari,” ujarnya.
Baca juga : Relawan Kilang Pertamina Internasional Salurkan Bantuan Bencana Ke Aceh Tamiang
Menurut Oscar, pembangunan sumur dangkal dan sumur dalam di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dilakukan bersama personel TNI serta melibatkan masyarakat setempat. Keterlibatan warga terutama pada pembangunan sumur dangkal yang dapat langsung dimanfaatkan untuk membersihkan sisa lumpur pascabanjir.
Ia menambahkan, hingga kini Kementerian PU telah membangun 73 sistem penyediaan air minum (SPAM) di Aceh, 46 sistem di Sumatera Utara, dan 60 sistem di Sumatera Barat. Upaya ini dilakukan untuk menopang kebutuhan air bersih sekitar 160 ribu warga yang terdampak kerusakan jaringan akibat banjir.
“Nanti akan kami lakukan pengamanan sumber air baku. Ada beberapa lokasi yang tidak lagi bisa digunakan karena lumpurnya cukup tinggi,” ujar Oscar.
Baca juga : Pertamina Pulihkan 12 Sumur Dan Pasok Air Bersih Untuk Warga Aceh
Di Sumatera Utara, terdapat 46 SPAM yang tersebar di sembilan kabupaten dan kota dengan dampak mencapai lebih dari 88 ribu sambungan rumah. Beberapa wilayah terdampak antara lain Sibolga, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, dan Langkat.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya