Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Menkop Resmikan Torasera Jadi Pusat Distribusi Produk Kopdes Merah Putih
Senin, 9 Februari 2026 21:20 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono meresmikan Toko Rakyat Serba Ada (Torasera) Pondok Pesantren Abdusalam di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Senin (9/2/2026).
Kehadiran Torasera menjadi langkah konkret pemerintah dalam memperkuat akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok sekaligus mendorong penguatan usaha rakyat berbasis koperasi.
Dalam sambutannya, Ferry menegaskan bahwa Torasera dirancang sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem koperasi yang kuat, efisien, dan berkelanjutan, melalui kolaborasi dengan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih dalam skema ini, koperasi pesantren berperan sebagai mitra sekaligus kakak asuh bagi koperasi desa, khususnya dalam penguatan manajemen, model bisnis, dan operasional usaha.
Ferry menambahkan, Torasera bukan sekadar toko ritel, tetapi menjadi pusat distribusi, agregator, sekaligus hub ekonomi rakyat.
"Melalui kolaborasi ini, kita ingin memastikan koperasi mampu membuka lapangan kerja, memperluas pasar produk lokal, memanfaatkan teknologi, dan memberi manfaat langsung yang berkelanjutan bagi masyarakat,” ujar Ferry.
Turut menghadiri agenda tersebut adalah Deputi Bidang Pengembangan Usaha Koperasi Kemenkop Panel Barus, Pengasuh Pesantren Abdusallam Hifni Hafiluddin Muhammad Yusuf, Gubernur Provinsi Kalimantan Barat Ria Norsan, Anggota DPR RI Komisi V Juliansyah, Bupati Kubu Raya Sujiwo, Direktur Perekonomian Ponpes Abdussalam Anas Al Hifni dan para jajaran pejabat Kementerian Koperasi.
Baca juga : Menkop Ajak Hipmi Yogyakarta Bersinergi Perkuat Unit Usaha Kopdes Merah Putih
Ferry menyampaikan, bahwa pengembangan Torasera sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mengembalikan koperasi sebagai sokoguru perekonomian nasional sebagaimana diamanatkan Pasal 33 UUD 1945.
Pemerintah, kata dia, kini hadir lebih kuat dalam mengatur arah dan praktik ekonomi nasional dengan menempatkan koperasi sebagai instrumen utama ekonomi kerakyatan.
Sebagai bagian dari strategi nasional, pemerintah menargetkan pembentukan 83.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di seluruh Indonesia.
Menurut Ferry, tantangan terbesar ke depan adalah tahap operasionalisasi koperasi sebagai entitas bisnis yang sehat dan menguntungkan.
Oleh karena itu, keberadaan Torasera di Kubu Raya diproyeksikan menjadi model nasional yang akan direplikasi di berbagai daerah.
“Torasera ini akan kita susun sebagai model bisnis dan pedoman operasional yang bisa diterapkan di kabupaten dan kota lain. Fungsinya tidak hanya menjual kebutuhan pokok dan barang bersubsidi, tetapi juga offtaker produk petani, nelayan, UMKM, serta menyalurkan program-program pemerintah agar lebih tepat sasaran," ujarnya.
Baca juga : Menlu Tegaskan Traktat RI–Australia Bukan Pakta Pertahanan
Ferry juga menekankan pentingnya keberpihakan daerah terhadap koperasi, termasuk melalui kebijakan tata kelola distribusi dan ritel, agar koperasi desa dapat tumbuh dan manfaat ekonominya kembali ke masyarakat, bukan terserap ke pemegang saham besar.
Lebih lanjut, Ferry mengatakan, bahwa koperasi desa dan Torasera diharapkan menjadi solusi atas berbagai persoalan ekonomi masyarakat desa, mulai dari mahalnya harga kebutuhan pokok, panjangnya rantai distribusi, hingga jeratan pinjaman ilegal.
Dengan koperasi, masyarakat didorong menjadi pelaku ekonomi, bukan sekadar penerima manfaat.
“Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih adalah program strategis nasional. Kita ingin menciptakan perputaran uang di desa, menumbuhkan ekonomi lokal, dan pada akhirnya memperkuat perekonomian nasional,” ujarnya.
Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan, pada kesempatan yang sama mengapresiasi berdirinya Torasera sebagai wujud dari eksistensi pengusaha lokal.
Ia meyakini, kehadiran Torasera akan menjadi inspirasi bagi para pengusaha lokal untuk dapat bersaing di tengah menjamurnya ritel modern.
Baca juga : Wagub Aryoko Resmikan Bahtera Kristoforus Sebagai Pusat Spiritual Modern
"Dengan munculnya Torasera Abdusalam ini, mudah-mudahan menjadi inspirasi juga untuk dikembangkan di daerah-daerah seluruh Indonesia," ujarnya.
Ketua Pengurus Torasera Abdusalam, Gus Anas mengatakan, sedikitnya 100 Kepala Desa bersama ketua koperasi desa hadir untuk menandatangani nota kesepahaman (MoU) kerja sama distribusi barang melalui ToraSera.
"Kami ingin Torasera ini menjadi pusat ekonomi bersama. Pesantren bisa menyuplai produk, koperasi desa berbelanja grosir, dan UMKM sekitar menjadi tenant," kata Gus Anas.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya