Dark/Light Mode

Kemenhut Gelar Program MATAHARI, Cetak Pemimpin Muda Hutan Dan Mangrove

Selasa, 10 Februari 2026 18:48 WIB
Program Akselerasi MATAHARI yang digelar Kementerian Kehutanan membekali ASN muda menjadi calon pemimpin pengelola hutan dan mangrove berkelanjutan. (Dok. Kemenhut)
Program Akselerasi MATAHARI yang digelar Kementerian Kehutanan membekali ASN muda menjadi calon pemimpin pengelola hutan dan mangrove berkelanjutan. (Dok. Kemenhut)

RM.id  Rakyat Merdeka -  Kementerian Kehutanan (Kemenhut) melalui Direktorat Rehabilitasi Mangrove menyelenggarakan Program Akselerasi MATAHARI (Manajer Tata Kelola Hutan dan Mangrove Lestari) Angkatan I. Program ini dirancang untuk menyiapkan aparatur sipil negara (ASN) muda sebagai pemimpin masa depan pengelola hutan dan mangrove yang adaptif dan kolaboratif.

Direktur Rehabilitasi Mangrove Kemenhut menegaskan, tantangan pengelolaan hutan dan mangrove Indonesia yang berskala luas membutuhkan kepemimpinan yang kuat dan berintegritas.

Baca juga : Kemensos Matangkan Program MBG Untuk Para Lanjut Usia

“Keberlanjutan ekosistem hutan dan mangrove sangat ditentukan oleh kualitas kepemimpinan yang mengelolanya. Kebijakan dan regulasi yang baik bisa gagal bila tidak ditopang pemimpin yang adaptif,” ujarnya, Senin (9/2).

Indonesia merupakan negara dengan ekosistem mangrove terluas di dunia, mencapai lebih dari 3,4 juta hektare atau sekitar 23 persen dari total mangrove global. Selain itu, luas kawasan hutan Indonesia mencapai 95,5 juta hektare. Kondisi ini menuntut hadirnya pemimpin muda yang mampu bekerja lintas wilayah, lintas sektor, dan lintas unit kerja.

Baca juga : Sukseskan Program MBG, JICA Berbagi Pengalaman School Meal Jepang

Program MATAHARI Angkatan I diikuti oleh 80 ASN muda Kemenhut dari berbagai daerah di Indonesia, dengan partisipasi perempuan lebih dari sepertiga peserta. Selama lima hari pelatihan di Tangerang Selatan, peserta memperoleh pembekalan kepemimpinan adaptif, komunikasi efektif, pembangunan tim tangguh, hingga konsep Zero State Budget.

“Melalui Program MATAHARI, kami ingin menyiapkan pemimpin muda yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga mampu menjadi arsitek perubahan dalam pengelolaan hutan dan mangrove,” tambah Direktur Rehabilitasi Mangrove.

Baca juga : Pemerintah Targetkan PLTSa Beroperasi 2027

Program ini didukung oleh Proyek Mangroves for Coastal Resilience (M4CR). Hingga 2025, Kemenhut melalui proyek tersebut telah merehabilitasi mangrove seluas 15.574 hektare di empat provinsi prioritas dan menanam 20,8 juta batang mangrove pada periode 2024–2025.

Kemenhut berharap Program MATAHARI dapat menjadi fondasi regenerasi kepemimpinan kehutanan nasional yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat upaya pelestarian hutan dan mangrove di Indonesia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.