Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kemendagri: Penduduk Indonesia Capai 288,3 Juta Jiwa pada 2025
Kamis, 12 Maret 2026 23:28 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Jumlah penduduk Indonesia terus bertambah. Berdasarkan Data Kependudukan Bersih (DKB) Semester II Tahun 2025 yang dirilis pemerintah, total populasi Indonesia kini mencapai 288.315.089 jiwa.
Data tersebut disampaikan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) dalam acara bertema “Potret Keragaman Indonesia dalam Satu Data Kependudukan Nasional” di Birawa Assembly Hall Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (12/3/2026).
Direktur Jenderal Dukcapil Teguh Setyabudi yang mewakili Menteri Dalam Negeri membuka kegiatan tersebut sekaligus menegaskan pentingnya data kependudukan sebagai dasar penyusunan kebijakan nasional.
“Data kependudukan adalah fondasi bagi berbagai kebijakan negara, mulai dari pelayanan publik, pembangunan demokrasi, perencanaan pembangunan hingga alokasi anggaran. Oleh karena itu, akurasi dan ketunggalan data menjadi kunci,” ujar Teguh.
Baca juga : Kemenag Siapkan Strategi Literasi Digital bagi 13 Juta Siswa dan Santri
Acara ini dihadiri sekitar 200 peserta secara langsung dari berbagai kementerian/lembaga serta sektor swasta yang menjadi pengguna data kependudukan Dukcapil.
Selain itu, lebih dari 1.000 peserta dari Dinas Dukcapil provinsi dan kabupaten/kota di luar wilayah Jabodetabek mengikuti kegiatan secara daring melalui Zoom serta siaran langsung di kanal YouTube, Instagram, dan TikTok @DukcapilKemendagri.
Dalam paparannya, Teguh menjelaskan bahwa jumlah penduduk Indonesia pada Semester II Tahun 2025 meningkat 1.621.396 jiwa dibandingkan Semester I Tahun 2025.
Rincian data menunjukkan jumlah penduduk laki-laki sebanyak 145.498.092 jiwa, sedangkan penduduk perempuan 142.816.997 jiwa.
Baca juga : Investasi Industri Agro Capai Rp 191,7 Triliun Pada 2025
“Rasio ini menunjukkan sedikit kelebihan jumlah laki-laki, namun masih dalam batas normal secara demografi. Pemerintah biasanya memperhatikan rasio ini untuk perencanaan jangka panjang, misalnya dalam bidang kesehatan reproduksi, pendidikan, dan kesejahteraan sosial,” jelasnya.
Dari sisi persebaran, penduduk Indonesia masih terkonsentrasi di Pulau Jawa dengan proporsi 55,55 persen, disusul Sumatera sebesar 21,88 persen. Sementara wilayah lain, seperti Kalimantan, Sulawesi, Bali-Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua memiliki proporsi yang lebih kecil.
Selain memaparkan data jumlah penduduk, Dukcapil juga mencatat capaian perekaman KTP elektronik (KTP-el) yang telah mencapai 97,47 persen, atau 206.467.957 jiwa dari total wajib KTP sebanyak 211.826.747 jiwa.
Menurut Teguh, tingginya tingkat perekaman tersebut menunjukkan bahwa data demografi Indonesia semakin mendekati kondisi riil di lapangan sehingga dapat digunakan secara lebih akurat untuk perencanaan pembangunan, statistik, maupun kebijakan publik.
Baca juga : Kapolri Ajak Buruh Bersatu Wujudkan Indonesia Emas 2045
Selisih sekitar 2,53 persen atau sekitar 5,3 juta jiwa menggambarkan kelompok yang belum terjangkau, bisa karena faktor geografis, sosial, atau administratif.
"Dukcapil terus mengupayakan layanan jemput bola untuk mempercepat perekaman dan memastikan masyarakat dapat mengakses layanan publik berbasis NIK,” tegasnya.
Ia menambahkan, Data Kependudukan Bersih dihimpun dari berbagai layanan administrasi kependudukan, seperti perekaman biometrik KTP-el, pencatatan kelahiran, pencatatan kematian, perpindahan penduduk, pencatatan perkawinan dan perceraian, serta penerbitan dokumen kependudukan lainnya.
“Data Kependudukan Bersih ini merupakan potret faktual kondisi demografi Indonesia yang diperoleh dari pelayanan administrasi kependudukan di seluruh Indonesia. Data ini menjadi rujukan penting bagi pemerintah, lembaga, dan dunia usaha,” tandas Teguh.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya