Dark/Light Mode

Bersama Koster, Ara Siapkan Rusun Subsidi Untuk Seniman di Bali

Senin, 16 Maret 2026 21:55 WIB
Menteri PKP Maruarar Sirait meninjau lahan aset Pemprov Bali bersama Gubernur Bali, I Wayan Koster, Senin (16/3/2026). (Foto: Dok. Kementerian PKP)
Menteri PKP Maruarar Sirait meninjau lahan aset Pemprov Bali bersama Gubernur Bali, I Wayan Koster, Senin (16/3/2026). (Foto: Dok. Kementerian PKP)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pembangunan rumah susun (rusun) subsidi terus diperluas. Setelah di Meikarta dan Kota Depok, rusun juga akan dibangun di Kota Denpasar, Bali.

Hunian vertikal ini rencananya diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), khususnya seniman Bali, dengan memanfaatkan lahan aset milik Pemerintah Provinsi Bali.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengatakan, pembangunan rusun menjadi salah satu solusi untuk menjawab kebutuhan hunian di kota-kota besar yang memiliki keterbatasan lahan.

"Di kota-kota seperti Denpasar, ketersediaan lahan menjadi tantangan. Karena itu pembangunan hunian vertikal seperti rusun menjadi solusi agar masyarakat berpenghasilan rendah tetap bisa memiliki akses terhadap hunian yang layak dan terjangkau," ujar Maruarar saat meninjau lahan aset Pemprov Bali bersama Gubernur Bali, I Wayan Koster, Senin (16/3/2026).

Lokasi yang ditinjau berada di Jalan Raya Sesetan, Kelurahan Sesetan, Kecamatan Denpasar Selatan, Denpasar, dengan luas lahan sekitar 3.328 meter persegi dan ukuran sekitar 26 x 128 meter.

Baca juga : Prabowo Percepat Program Perumahan Rakyat Untuk Keadilan Sosial

Menteri dari Partai Gerindra itu menegaskan, pembangunan rusun diharapkan dapat segera dimulai dengan tetap memperhatikan seluruh ketentuan dan regulasi yang berlaku.

"Kita ingin pembangunan rusun ini bisa segera dimulai dengan cepat, tetapi tetap harus berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku agar pelaksanaannya tertib dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat," tegasnya.

Ara sapaan akrab Maruarar juga menekankan, pentingnya memasukkan unsur budaya lokal Bali dalam desain pembangunan rusun tersebut.

"Desain rusun ini harus mengedepankan unsur budaya lokal Bali, agar tetap selaras dengan karakter dan kearifan lokal masyarakat setempat," ujarnya.

Menurut Ara, sektor seni dan budaya Bali memiliki kontribusi besar bagi perekonomian daerah maupun nasional, termasuk dalam mendukung sektor pariwisata.

Baca juga : Dilepas Pram, Bank Jakarta Siapkan 20 Bus Mudik Gratis Lebaran Di Monas

"Seniman Bali, memiliki peran besar dalam mendukung pariwisata dan membantu pemasukan devisa negara. Karena itu saya juga mengusulkan agar rusun ini dapat diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang berprofesi sebagai seniman," ujar Ara.

Di lokasi tersebut, direncanakan akan dibangun satu tower Rusun Arunika tipe 36 dengan ketinggian maksimal empat lantai.

Rusun ini akan menyediakan 60 unit hunian, terdiri dari dua unit untuk penyandang disabilitas dan 58 unit reguler bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Pembangunan rusun akan menggunakan skema kontrak Multi Years Contract (MYC) dengan target pelaksanaan pada Juni 2026 hingga Maret 2027.

Selain pembangunan rusun, Kementerian PKP juga meningkatkan alokasi program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Provinsi Bali pada 2026.

Baca juga : Nurani Astra Salurkan Ambulans & Alkes untuk Pemulihan Pasca Bencana di Sumatera

Jika pada 2025 bantuan hanya 31 unit di Kabupaten Tabanan, tahun ini meningkat menjadi 1.800 unit yang tersebar di sembilan Kabupaten/Kota di Bali.

Sementara itu, Gubernur Bali, I Wayan Koster menyampaikan dukungan penuh Pemprov Bali terhadap rencana pembangunan rusun MBR di Denpasar.

"Kami mendukung penuh pembangunan rusun ini karena kebutuhan hunian bagi masyarakat di kawasan perkotaan Bali semakin meningkat, sementara ketersediaan lahan semakin terbatas. Pemanfaatan lahan milik pemerintah untuk hunian masyarakat adalah langkah yang tepat," ujar Koster.

Ia berharap pembangunan rusun ini dapat membantu MBR memperoleh hunian yang layak dan terjangkau di kawasan perkotaan.

Melalui pembangunan rusun MBR di Denpasar ini, Kementerian PKP bersama Pemprov Bali menegaskan, komitmen untuk terus memperluas akses masyarakat terhadap hunian layak dan terjangkau sekaligus mendukung percepatan program pembangunan perumahan nasional.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.