Dark/Light Mode

Kemenperin Genjot Wirausaha Baru Lewat Inkubator Bisnis BDI

Jumat, 3 April 2026 21:31 WIB
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Doddy Rahadi. (Foto: Kemenperin)
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Doddy Rahadi. (Foto: Kemenperin)

RM.id  Rakyat Merdeka -  

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat ekosistem industri nasional melalui pengembangan wirausaha baru lewat program Inkubator Bisnis Balai Diklat Industri (BDI).

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, wirausaha industri menjadi salah satu sumber daya manusia penting yang perlu terus dikembangkan agar mampu mendorong daya saing industri nasional.

“Salah satu SDM industri yang tidak kalah penting adalah wirausaha industri, khususnya wirausaha baru. Melalui program inkubator bisnis, mereka diharapkan menjadi tunas wirausaha yang berkontribusi memperkuat ekosistem industri nasional,” kata Agus dalam keterangan di Jakarta, Rabu (1/4/2026).

Baca juga : Wamenperin Tekankan Pentingnya Tata Kelola Lingkungan Industri

Program inkubator bisnis tersebut diselenggarakan oleh tujuh BDI Kemenperin yang tersebar di Medan, Padang, Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, dan Makassar, serta terbuka bagi peserta dari seluruh Indonesia.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Doddy Rahadi menyampaikan, pada 2025 program ini telah membina 37 tenant atau wirausaha baru dengan total 212 tenaga kerja.

Para peserta bergerak di berbagai sektor, mulai dari kriya, fesyen, makanan dan minuman, hingga manufaktur lainnya.

Menurut Doddy, program ini dirancang untuk mempercepat pengembangan usaha melalui dukungan menyeluruh, mulai dari mentoring, pelatihan, fasilitasi legalitas, akses teknologi, hingga pembiayaan.

Baca juga : Kemenperin Perkuat Basis Data Industri Nasional Lewat SIINas

“Program ini dilaksanakan melalui tiga tahapan utama, yaitu pra-inkubasi, inkubasi, dan pasca-inkubasi, mulai dari proses seleksi hingga pendampingan dan akses permodalan,” ujarnya.

Sejumlah tenant menunjukkan perkembangan positif, di antaranya Zeea di sektor fesyen yang menghadirkan produk muslimah sportswear. Usaha ini mendapatkan pendampingan dari BDI Jakarta hingga mampu meluncurkan seri “Bold Revival” melalui kolaborasi dengan Dara Arafah.

Selain itu, Zeta Teknik mengembangkan inovasi mesin pencuci helm otomatis bernama Cleanzer yang dilengkapi sistem pembayaran digital dan teknologi Internet of Things (IoT).

Di sektor pangan, Sago One binaan BDI Makassar memproduksi tepung sagu sebagai alternatif pangan lokal bergizi, sekaligus memanfaatkan potensi sumber daya alam Sulawesi Selatan.

Baca juga : FORMAS Resmikan Perwakilan di Shanghai, Perkuat Kolaborasi Bisnis

Doddy menilai, keberagaman produk yang dihasilkan para tenant menunjukkan program inkubator bisnis BDI mampu meningkatkan kapasitas SDM industri sekaligus mendorong lahirnya wirausaha baru yang inovatif dan kompetitif.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.