Dark/Light Mode

Kemenperin Dorong Hilirisasi Agro, Nilai Tambah Produk Bisa Naik 180 Kali

Selasa, 10 Maret 2026 11:33 WIB
Irjen Kemenperin M. Rum. (Foto: Aditya/RM)
Irjen Kemenperin M. Rum. (Foto: Aditya/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong program hilirisasi komoditas agro berbasis sumber daya alam dalam negeri guna meningkatkan nilai tambah produk industri nasional.

Inspektur Jenderal Kementerian Perindustrian M. Rum mengatakan, hilirisasi menjadi strategi penting untuk memperkuat struktur industri agro sekaligus meningkatkan daya saing produk Indonesia.

“Pemerintah menjalankan kebijakan program hilirisasi komoditas agro berbasis sumber daya alam dalam negeri untuk memperkuat struktur industri agro,” kata Rum dalam sambutan pada pembukaan Bazaar Lebaran 2026 Kementerian Perindustrian di Jakarta, Selasa (10/3/2026).

Baca juga : Dave Laksono: Hilirisasi Terintegrasi Jadikan RI Pusat Energi Hijau

Menurut dia, penguatan struktur industri dilakukan dengan mengintegrasikan sektor hulu (backward linkages) dan sektor hilir (forward linkages) dalam satu ekosistem industri yang terpadu.

Pendekatan tersebut difokuskan pada pengembangan industri agro berbasis wilayah melalui pembentukan klaster hilirisasi lintas subsektor yang saling terhubung.

Rum menjelaskan, strategi utama hilirisasi adalah mengolah komoditas unggulan daerah seperti kakao, sagu, dan kelapa menjadi produk bernilai tambah tinggi.

Baca juga : Kemenhut Perkuat Rehabilitasi Mangrove Melalui Program M4CR Di Kalimantan

Produk turunan dari komoditas tersebut dapat dimanfaatkan pada berbagai sektor industri, mulai dari pangan dan minuman, farmasi, kosmetik hingga bioenergi.

“Dengan strategi hilirisasi ini, nilai tambah komoditas agro diproyeksikan dapat meningkat hingga 180 kali lipat,” ujarnya.

Ia menambahkan, sektor industri agro memiliki peran penting dalam menopang perekonomian nasional.

Baca juga : Wamenperin Dorong Hilirisasi Industri Makanan dan Minuman

Pada 2025, industri agro tercatat memberikan kontribusi sebesar 52,09 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) industri nonmigas dan sekitar 9 persen terhadap PDB nasional dengan pertumbuhan mencapai 4,95 persen.

Selain itu, sektor tersebut juga mencatatkan kinerja perdagangan yang positif dengan nilai ekspor sebesar 78,77 miliar dolar AS dan surplus neraca dagang mencapai 57,58 miliar dolar AS sepanjang 2025.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.