Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Gandeng Swasta, Pemerintah Kebut Bangun 1.000 Rumah Murah bagi Rakyat
Senin, 6 April 2026 20:34 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah terus mempercepat pembangunan hunian bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dengan mengedepankan kolaborasi lintas sektor. Termasuk menggandeng pihak swasta melalui skema gotong royong dalam pembiayaan dan pembangunan.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, mengungkapkan bahwa dukungan penuh Presiden Prabowo Subianto menjadi dorongan utama dalam percepatan program perumahan rakyat ini.
Baca juga : Pemerintah Buka Peluang Industri Energi Nasional
“Barusan kami rapat bersama Bapak Presiden, dan ada dukungan luar biasa dari Bapak Presiden Prabowo untuk perumahan rakyat,” ujar Ara, sapaan akrab Maruarar, dalam konferensi pers, di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (6/4/2026).
Ara mengungkapkan, Pemerintah memprioritaskan pemanfaatan aset negara di lokasi strategis, khususnya lahan milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN), seperti lahan di bantaran rel kereta api milik PT Kereta Api Indonesia (KAI).
Baca juga : Ketum Logis 08 Apresiasi Arah Pembangunan 2029, Dinilai Pro Rakyat
Dalam implementasi program ini, Pemerintah juga menggandeng sektor swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Salah satu komitmen datang dari PT Astra yang siap membangun 1.000 unit rumah susun.
“Di beberapa lokasi kami juga mendapatkan dukungan dari CSR perusahaan. Misalnya dari Astra, yang sudah berkomitmen membangun 1.000 unit rumah susun,” katanya.
Baca juga : Bos TMMIN Dukung Pemerintah Tahan Harga BBM, Singgung Daya Beli Rakyat
Dalam skema tersebut, Pemerintah akan menyiapkan lahan, sementara pihak swasta bertanggung jawab atas pembangunan sebelum diserahkan kepada negara. “Lahannya akan kami siapkan, kemudian yang membangun nanti Astra, dan setelah itu diserahkan kepada negara,” ucapnya.
Ara menegaskan, sinergi antara Pemerintah, BUMN, dan swasta menjadi kunci percepatan pembangunan perumahan rakyat secara masif dan berkelanjutan. “Gotong royong terjadi, ada APBN, ada Danantara, ada swasta dan yayasan, agar bisa bekerja dengan cepat,” pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya