Dark/Light Mode

Implementasi Asta Cita

Barantin Gandeng KPK Perkuat Budaya Kerja Antikorupsi ASN

Rabu, 8 April 2026 10:19 WIB
Kepala Barantin, Sahat M. Panggabean secara resmi membuka pelatihan yang diselenggarakan secara hybrid pada Selasa (7/4/2026) di Cikarang Barat, Bekasi. Foto: Barantin
Kepala Barantin, Sahat M. Panggabean secara resmi membuka pelatihan yang diselenggarakan secara hybrid pada Selasa (7/4/2026) di Cikarang Barat, Bekasi. Foto: Barantin

RM.id  Rakyat Merdeka - Badan Karantina Indonesia (Barantin) menegaskan komitmennya dalam mendukung implementasi ASTA CITA ke-7 Presiden Republik Indonesia, yaitu memperkuat pencegahan dan pemberantasan korupsi, melalui penyelenggaraan Pelatihan Budaya Kerja dan Integritas bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Barantin.

Kepala Barantin Sahat M. Panggabean secara resmi membuka pelatihan yang diselenggarakan secara hybrid pada Selasa (7/4/2026) di Cikarang Barat, Bekasi.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi strategis perdana antara Barantin dan Komisi Pemberantasan Korupsi. Dalam arahannya, Sahat menegaskan bahwa penguatan budaya kerja antikorupsi merupakan bagian integral dari pembangunan kelembagaan Barantin sebagai institusi baru yang memiliki peran strategis dalam sistem pertahanan negara non-militer.

Baca juga : Optimalisasi Logistik, Strategi SERA Perkuat Daya Saing Ekonomi

“Pelatihan ini merupakan langkah konkret dalam membangun ekosistem antikorupsi yang kuat dan berkelanjutan di lingkungan Barantin. Seluruh ASN harus memiliki komitmen yang sama dalam menjunjung tinggi integritas dan profesionalisme,” tegasnya.

Lebih lanjut, Sahat menyampaikan bahwa pembentukan Barantin tidak terlepas dari inisiatif Tim Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK), sebagai bagian dari upaya sistemik dalam menutup celah praktik-praktik yang tidak sesuai dengan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik.

“Sebagai institusi yang baru terbentuk, Barantin harus menjadikan budaya kerja antikorupsi sebagai fondasi utama dan legacy organisasi. Hal ini sejalan dengan ASTA CITA ke-7 Presiden, yang menekankan pentingnya penguatan pencegahan dan pemberantasan korupsi,” tambahnya.

Baca juga : Menkes Ajak China Perkuat Kerja Sama Kesehatan

Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK, Wawan Nurdiawan yang hadir sebagai narasumber menyampaikan apresiasi atas komitmen Barantin dalam membangun budaya integritas.

Dia juga menyebutkan bahwa Barantin menjadi instansi pertama yang memanfaatkan Learning Management System (LMS) KPK versi terbaru pada tahun 2026.

“Kami mengapresiasi komitmen pimpinan dan seluruh ASN Barantin dalam menginternalisasi nilai-nilai antikorupsi. Ini merupakan langkah strategis dalam menciptakan Generasi Antikorupsi atau Gen-AKSI di lingkungan kerja,” ujarnya.

Baca juga : Perkuat Stok Pangan, Serap Produksi Lokal

Pelatihan ini bertujuan untuk membekali pejabat perkarantinaan dengan nilai-nilai antikorupsi yang kokoh sebagai landasan dalam menjalankan tugas dan kewenangan negara secara profesional dan akuntabel.

Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan SDM Karantina, Wisnu Wasisa Putra dalam laporannya menyampaikan bahwa sebanyak 5.975 ASN Barantin akan mengikuti pelatihan secara daring pada 20 April hingga 1 Juli 2026.

Sebelumnya, peserta akan mengikuti bimbingan teknis penggunaan LMS KPK pada 15 April 2026. Program pembelajaran dilaksanakan melalui Kelas Pembelajaran Online (e-Learning) menggunakan platform LMS KPK, yang mencakup materi Pengetahuan Dasar Antikorupsi dan Integritas (PADI).
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.