Dark/Light Mode

Jelang INNOPROM 2026, RI Dan Rusia Genjot Kerja Sama Industri

Selasa, 5 Mei 2026 14:49 WIB
Wakil Menteri Perindustrian RI Faisol Riza (keempat dari kiri) berfoto bersama Wakil Menteri Perindustrian dan Perdagangan Federasi Rusia Alexey Vladimirovich Gruzdev (keempat dari kanan) pada acara Indonesia-Rusia Business & Investment Forum 2026 di St. Petersburg Rusia. (Foto: Kemenperin)
Wakil Menteri Perindustrian RI Faisol Riza (keempat dari kiri) berfoto bersama Wakil Menteri Perindustrian dan Perdagangan Federasi Rusia Alexey Vladimirovich Gruzdev (keempat dari kanan) pada acara Indonesia-Rusia Business & Investment Forum 2026 di St. Petersburg Rusia. (Foto: Kemenperin)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memperkuat diplomasi industri dengan Rusia guna membuka peluang investasi baru menjelang ajang INNOPROM 2026.

Upaya tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Indonesia–Russia Business and Investment Forum 2026 yang digelar di Saint Petersburg sebagai bagian dari rangkaian “Road to Indonesia as Partner Country” pada INNOPROM 2026.

Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza mengatakan forum ini merupakan langkah konkret untuk memperkuat kolaborasi industri antara Indonesia dan Rusia. “Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang komunikasi, tetapi diarahkan untuk menghasilkan langkah nyata, mulai dari peluang investasi hingga kemitraan industri menuju INNOPROM 2026,” ujarnya dalam keterangannya, Selasa (5/5/2026).

Baca juga : Jerez Test 2026, Bagnaia Frustrasi Aprilia Salip Ducati

Senada dengan itu, Wakil Menteri Perindustrian dan Perdagangan Federasi Rusia Alexey Gruzdev menegaskan komitmen negaranya dalam memperkuat hubungan ekonomi bilateral. Ia menilai kemitraan jangka panjang kedua negara menjadi fondasi penting untuk memperluas kerja sama industri, termasuk melalui partisipasi Indonesia sebagai partner country dalam INNOPROM 2026.

Forum tersebut dihadiri lebih dari 100 peserta yang terdiri dari perwakilan pemerintah dan pelaku usaha kedua negara. Duta Besar Republik Indonesia untuk Rusia serta perwakilan Pemerintah Kota Saint Petersburg turut hadir dan menyampaikan pandangan terkait peluang investasi dan penguatan kerja sama ekonomi.

Dalam rangkaian kegiatan, sejumlah perusahaan memaparkan potensi kolaborasi bisnis, antara lain PT PAL Indonesia, Rosatom, PT Pupuk Indonesia, dan UC Rusal. Paparan tersebut menyoroti peluang kerja sama di sektor manufaktur, industri strategis, hingga pemanfaatan teknologi.

Wakil Menteri Perindustrian RI Faisol Riza memberikan sambutan pada acara Indonesia-Russia Business & Investment Forum 2026 di St. Petersburg Rusia.

Baca juga : May Day 2026, ASPEK Desak Reformasi Total UU Ketenagakerjaan

Forum ini juga menjadi momentum untuk membahas pengembangan rantai nilai industri, peningkatan investasi manufaktur, serta adopsi teknologi industri maju. Rusia dinilai memiliki keunggulan pada industri berat, rekayasa teknologi, dan kapasitas riset, sementara Indonesia menawarkan pasar domestik yang besar, sumber daya industri melimpah, serta kawasan industri kompetitif sebagai basis produksi.

Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII) Tri Supondy menyampaikan bahwa forum ini menjadi langkah penting dalam memperkuat fondasi kerja sama industri kedua negara. “Kami meyakini kerja sama yang dibangun hari ini akan menjadi modal penting untuk menciptakan kemitraan jangka panjang yang saling menguntungkan serta memperkuat posisi Indonesia dan Rusia dalam ekosistem industri global,” katanya.

Kemenperin menilai partisipasi aktif para pemangku kepentingan dalam forum tersebut diharapkan dapat mendorong terbentuknya investasi baru, memperluas akses pasar, serta meningkatkan daya saing industri nasional di kancah global.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.