Dark/Light Mode

Pemerintah Perluas Program Pro-Kesra

Digitalisasi Bansos Picu Masyarakat Jadi Mandiri

Rabu, 13 Mei 2026 06:55 WIB
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini.
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini.

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah memperluas digitalisasi bantuan sosial (bansos) melalui Program Pro Kesejahteraan Rakyat (Pro-Kesra) sebagai upaya mempercepat pengentasan kemiskinan, sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

Melalui sistem digital, penyaluran bantuan diharapkan lebih tepat sasaran, transparan, dan mampu memantau perjalanan penerima manfaat menuju kehidupan yang lebih produktif.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini menjelaskan, digitalisasi bansos diperlukan agar bantuan yang diberikan benar-benar menjadi penggerak kemandirian masyarakat.

Dengan demikian, penerima manfaat tidak terus bergantung pada bantuan sosial, melainkan terdorong untuk berusaha dan mandiri secara ekonomi.

Menurut Rini, pelayanan Pemerintah harus berorientasi pada kebutuhan dan karakteristik masyarakat, sekaligus mendukung pemberdayaan warga secara berkelanjutan.

Baca juga : Jaga Kualitas Representasi Rakyat, PAN Usul Threshold 0 Persen

Dalam konteks tersebut, digitalisasi bansos dapat membantu Pemerintah melakukan pemutakhiran dan verifikasi data lintas sektor secara real time, sehingga layanan menjadi lebih akurat dan tepat sasaran.

“Dengan begitu, akses layanan menjadi lebih sederhana, mudah dipahami, dan inklusif bagi semua,” ujar Rini dalam keterangan resminya, Selasa (12/5/2026).

Kementerian PANRB, lanjut Rini, akan memperkuat program digitalisasi bansos dari sisi tata kelola dan harmonisasi regulasi agar pelaksanaannya berjalan efektif.

Selain itu, Kementerian PANRB bersama Kementerian PPN/Bappenas siap memfasilitasi penyelarasan layanan dan standar pelayanan lintas kementerian maupun lembaga yang mengampu program Kartu Kesejahteraan dan Kartu Usaha.

“Implementasinya akan diperluas secara bertahap menuju skala nasional yang berdampak,” tegasnya.

Baca juga : DPD II Minta DPP Ambil Keputusan, Musda Golkar Sulsel Belum Ada Titik Terang

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rachmat Pambudy mengatakan, Program Pro-Kesra yang mencakup digitalisasi bansos dirancang untuk mendorong kemandirian masyarakat miskin dan rentan melalui pemberdayaan ekonomi.

Secara makro, program tersebut bertujuan mempercepat graduasi kemiskinan sehingga masyarakat dapat beralih dari penerima bantuan menjadi pelaku usaha maupun tenaga kerja produktif.

Dalam sektor usaha, program ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas usaha, memperluas akses pemasaran, membuka akses pembiayaan, serta memperkuat kemitraan.

“Dalam penguatan kapasitas kerja, masyarakat akan memperoleh pelatihan, pendampingan, akses penyaluran kerja, serta kesempatan mengikuti program pemagangan,” katanya.

Rachmat menjelaskan, tindak lanjut Program Pro-Kesra akan diimplementasikan melalui Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial (SIKS) dan Sistem Aplikasi Pelayanan UMKM (Sapa UMKM). Sasaran program ini mencakup masyarakat miskin dan kelompok rentan, seperti perempuan, lansia, korban bencana, serta penyandang disabilitas.

Baca juga : Mangkir 3 Kali Panggilan, Bos PT TSHI Dijemput Paksa Kejaksaan Agung

Setelah sukses diuji coba di Banyuwangi, Pemerintah bersiap memperluas digitalisasi bansos ke 42 titik di Indonesia.

Langkah tersebut dapat membuat penyaluran bantuan lebih akurat, transparan, dan tepat sasaran.

Digitalisasi bansos juga diharapkan membantu Pemerintah memantau perkembangan penerima manfaat menuju kemandirian ekonomi, tanpa meninggalkan kelompok rentan yang masih membutuhkan pendampingan. SSL

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 5, edisi Rabu, 13 Mei 2026 dengan judul "Pemerintah Perluas Program Pro-Kesra Digitalisasi Bansos Picu Masyarakat Jadi Mandiri"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.