Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Menkop: KSP Nasari Role Model Kakak Asuh KDKMP Dengan Program Collab-Coop
Kamis, 14 Mei 2026 19:14 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - KSP Nasari meluncurkan program kolaborasi antar-koperasi bertajuk Collab-Coop sekaligus memperkenalkan aplikasi mobile Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dalam agenda Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-27 di Surabaya, Selasa (13/5/2026).
Program tersebut dirancang sebagai bentuk kolaborasi antar-koperasi guna mendorong transformasi koperasi menjadi lebih modern, kuat, dan berkelanjutan.
Langkah itu juga disebut sebagai implementasi salah satu prinsip utama koperasi, yakni kerja sama antar-koperasi.
Acara tersebut dihadiri Menteri Koperasi Ferry Juliantono dan Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah.
Dalam sambutannya, Ferry mengapresiasi inisiatif KSP Nasari dalam membangun program kolaborasi koperasi, termasuk dukungan terhadap KDKMP melalui pola kemitraan dan pendampingan sebagai kakak asuh.
“Langkah tersebut strategis karena koperasi hari ini tidak cukup hanya menjadi lembaga simpan pinjam semata, tetapi harus mampu menjadi penggerak ekosistem ekonomi rakyat yang terintegrasi, produktif, dan berkelanjutan,” ujar Ferry.
Baca juga : Menkop: Peran Kepala Desa Penting Sukseskan Program Kopdes Merah Putih
Ketua KSP Nasari, Frans Meroga Panggabean, mengatakan program Collab-Coop merupakan bentuk nyata kolaborasi antar-koperasi untuk memperkuat ekonomi rakyat berbasis teknologi.
“Kami meluncurkan program bernama Collab-Coop, yaitu kolaborasi antar-koperasi. Dari KSP Nasari, kami ingin mendukung teman-teman Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih agar mampu menjalankan operasional usaha secara baik dan tetap berlandaskan prinsip-prinsip koperasi,” ujar Frans.
Ia menegaskan, eksistensi koperasi harus tetap berpijak pada prinsip dari anggota, oleh anggota, dan untuk anggota.
“Karena itu kami berharap KSP Nasari dapat terus mendorong pertumbuhan usaha rakyat, khususnya usaha berbasis koperasi,” katanya.
Saat ini, KSP Nasari tercatat memiliki lebih dari 65 ribu anggota yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Khusus di Jawa Timur, Nasari memiliki tujuh kantor cabang dengan jumlah anggota hampir 6.000 orang.
Baca juga : BSI Aktif Perkuat Pasar Modal Syariah Lewat Program PINTAR Reksa Dana
Frans juga menegaskan komitmen Nasari untuk terus mendukung program pemerintah, termasuk pengembangan KDKMP melalui kolaborasi dan perluasan akses pembiayaan masyarakat.
“Kami berharap kontribusi ini bisa membantu menyukseskan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sekaligus memperkuat ekosistem koperasi nasional,” jelasnya.
Sementara itu, Ferry menilai, KSP Nasari telah melakukan berbagai langkah transformasi yang relevan dengan arah kebijakan nasional.
Digitalisasi layanan melalui pengembangan aplikasi dan super apps koperasi dinilai menjadi langkah penting agar koperasi mampu menjawab kebutuhan anggota yang semakin modern dan berbasis teknologi.
Ferry juga mendorong KSP Nasari terus menjadi role model koperasi yang tidak hanya kuat secara kelembagaan dan usaha, tetapi juga inovatif dalam digitalisasi dan pengembangan ekosistem kolaboratif.
“Dengan semangat kebersamaan, profesionalisme, dan inovasi, saya yakin KSP Nasari akan terus tumbuh lebih besar dan memberikan manfaat yang semakin luas bagi anggota maupun masyarakat Indonesia,” jelas Ferry.
Baca juga : Menko Pangan Pastikan KDKMP Doyomulyo Lamongan Siap Jadi Penggerak Ekonomi Desa
Senada dengan Menkop, Ketua Harian DEKOPIN, Priskhianto, turut mendukung transformasi yang dilakukan KSP Nasari.
Ia berharap, KSP Nasari terus mendukung program pemerintah, khususnya pengembangan Koperasi Desa Merah Putih melalui perluasan akses dan kemudahan pembiayaan masyarakat.
"Saat ini, Nasari memiliki berbagai keunggulan, termasuk inovasi digital melalui aplikasi ‘Nadi’ yang diharapkan mampu memudahkan anggota maupun calon anggota dalam mengakses berbagai layanan koperasi,” ujarnya.
Namun demikian, Priskhianto mengingatkan pentingnya mitigasi risiko dalam pengembangan layanan koperasi, terutama terkait perlindungan dan keamanan anggota maupun calon anggota.
“Di balik berbagai keunggulan tersebut, kami juga berpesan agar KSP Nasari tetap memperhatikan aspek mitigasi risiko,” pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya