Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Tambah Kuota BSPS Dan Rumah Subsidi
Menteri Ara: Sultra Harus Jadi Produsen Genteng, Bukan Sekadar Pasar
Rabu, 3 Juni 2026 10:58 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) mendorong Sulawesi Tenggara (Sultra) menjadi produsen genteng untuk mendukung program gentengisasi yang digagas Presiden Prabowo Subianto.
Hal itu disampaikan Menteri PKP Maruarar Sirait saat menerima kunjungan Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka di Jakarta Selasa (2/6/2026) sore.
Menurut Maruarar, program gentengisasi bertujuan mengganti atap rumah berbahan seng dengan genteng tanah liat, tidak panas dan memiliki nilai estetika yang lebih baik.
"Program gentengisasi bertujuan supaya rumah tidak lagi menggunakan seng sehingga lebih nyaman bagi masyarakat. Selain itu, program ini juga dapat meningkatkan peran UMKM dalam menggerakan ekonomi rakyat," kata Maruarar yang akrab disapa Ara.
Mantan anggota DRP RI ini menjelaskan, program tersebut tidak hanya berfokus pada perbaikan kualitas hunian, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui UMKM lokal.
"Sultra jangan hanya menjadi pasar, tetapi harus menjadi produsen genteng yang melibatkan UMKM lokal," tegasnya.
Ara mengatakan, kebutuhan genteng untuk perumahan sangat besar. Jika 10.000 rumah membutuhkan sekitar 300 genteng per unit, maka total kebutuhan mencapai sekitar 3 juta genteng. Dengan asumsi harga satu genteng Rp2.400, nilai ekonominya mencapai sekitar Rp7,2 miliar.
Menurutnya, potensi tersebut dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan UMKM serta industri bahan bangunan di Sultra apabila kebutuhan genteng dipenuhi oleh produsen lokal.
"Jadi jangan sampai Sultra hanya menjadi pasar. Sultra harus menjadi produsen yang mampu memenuhi kebutuhan sendiri dan memberdayakan UMKM. Inilah yang disebut menggerakkan ekonomi rakyat," ujarnya.
Selain industri genteng, sektor perumahan juga memiliki multiplier effect yang besar karena turut menggerakkan berbagai sektor usaha seperti pasir, semen, batu bata, cat, keramik, kayu, hingga berbagai material bangunan lainnya.
Baca juga : Bangun Rusun Subsidi Rakyat, Ara Harap Ada Mochtar Riady Baru
"Rumah memiliki banyak turunan usaha. Karena itu, Sultra harus mengambil peluang ini sebagai produsen, bukan sekadar pasar dengan melibatkan UMKM secara luas," tuturnya.
Dalam pertemuan tersebut, Menteri PKP juga membahas program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), KUR Perumahan dan rumah subsidi.
Ia menyampaikan bahwa alokasi BSPS untuk Sultra pada tahun ini ditingkatkan menjadi 10.000 unit, naik signifikan dibandingkan sebelumnya sebanyak 3.077 unit. Selain itu, kuota pembangunan rumah subsidi juga ditingkatkan menjadi 20.000 unit.
Menurut Ara, peningkatan jumlah kuota ini sangat penting mengingat backlog perumahan di Sultra masih mencapai sekitar 119.000 unit, sementara ketersediaan rumah baru sekitar 62.000 unit.
"Dengan peningkatan kuota BSPS akan menggerakkan ekonomi melalui skema padat karya dan multiplier effect yang tinggi sehingga sangat bermanfaat bagi masyarakat," katanya.
Baca juga : Ara Ke Hashim: Terima Kasih Atas Bantuan Dan Arahannya
Selain BSPS dan rumah subsidi, Menteri PKP menargetkan penyaluran KUR Perumahan di Sultra sebesar Rp500 miliar pada Agustus 2026.
Jangan Sampai Ada Penyimpangan
Sementara itu, Gubernur Sultra Andi Sumangerukka menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan Kementerian PKP terhadap pembangunan sektor perumahan di daerahnya.
"Tingkat kemiskinan kami masih sekitar 10 persen. Dengan adanya program ini dan pertumbuhan ekonomi Sultra yang mencapai 6,23 persen, kami ingin meminimalkan kesenjangan melalui program KUR Perumahan, BSPS dan rumah subsidi," ujar Andi.
Ia juga menegaskan akan turun langsung ke lapangan untuk memastikan seluruh program perumahan berjalan tepat sasaran.
"Saya tidak ingin ada penyimpangan. Karena itu saya akan turun langsung ke lapangan untuk mengawal program ini agar tepat sasaran dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," tandasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya