Dark/Light Mode

Bantah Punya Dapur MBG Lewat Dadan, Dudung: Kalau Terbukti, Saya Kasih Hadiah

Rabu, 10 Juni 2026 20:15 WIB
Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman dalam konferensi pers di kantornya, Rabu (10/6/2026). (Foto: IG)
Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman dalam konferensi pers di kantornya, Rabu (10/6/2026). (Foto: IG)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman menegaskan, dirinya tidak memiliki titik maupun dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dia bahkan menantang pihak yang bisa membuktikan dirinya memiliki dapur MBG. Kalau terbukti, akan diberi hadiah. 

"Saya ingin menyampaikan klarifikasi, ada berita Pak Dudung katanya punya titik melalui Pak Dadan (mantan Kepala Badan Gizi Nasional/BGN Dadan Hindayanared)," kata Dudung dalam keterangan pers di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta pada Rabu (10/6/2026).

Saat ini, Dadan telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh Kejaksaan Agung atas dugaan korupsi pengelolaan program MBG bersama dua mantan Wakil Kepala BGN Sony Sanjaya dan Lodewyk Pusung.

Baca juga : Pantau Arus Balik Lebaran, Kapolri Minta Petugas Beri Pelayanan Maksimal

Dadan resmi dicopot dari jabatannya sebagai Kepala BGN, melalui Keputusan Presiden pada akhir Mei 2026. Posisinya kini digantikan Nanik Sudaryati Deyang.

Kronologis 

Dalam penjelasannya, Dudung yang mengaku dekat dengan kalangan pesantren mengatakan, dia hanya membantu menghubungkan pihak pesantren dengan BGN untuk memperoleh informasi rinci terkait program MBG.

Sekitar 6-7 bulan lalu, Dudung mengungkap dirinya bertemu pengurus pesantren seperti Abah Junaidi dan Ustadz Iskandar. Mereka bertanya soal program yang menjadikan pesantren sebagai sasaran penerima manfaat MBG, karena memiliki santri sebanyak 4.000 hingga 5.000 orang. Sehingga, bisa ditetapkan sebagai titik dapur MBG.  

Baca juga : Nyaman Di Puncak, Skuad Maung Bandung Makin Termotivasi Juara

"Mereka kemudian minta dikenalkan dengan Pak Dadang. Saya sampaikan, Pak Dadan, ini ada pesantren yang sudah siap, sudah ditentukan. Secara administrasi sudah siap, tapi realisasinya tidak ada," beber Dudung.

Dudung pun menyampaikan persoalan tersebut ke Dadan, yang kemudian mempersilakan pengurus pesantren untuk menghubungi stafnya, Arief Nur Rahman. 

Setelah pengurus pesantren itu berhubunhan dengan staf Dadan, Dudung mengaku tak mengerti apa-apa. Hingga kemudian, dia bertemu Dadan yang datang ke Kantor Staf Kepresidenan beberapa minggu lalu, dan menanyakan hal tersebut.

Baca juga : Jalankan Arahan Prabowo, Dapur MBG Kagungan Ratu Berdayakan Kelompok Wanita Tani

"Rupanya, sampai sekarang, prosesnya pun belum selesai. Dapurnya pun belum terbangun. Saya tanya Abah Junaidi dan sebagainya," beber Dudung.

"Cuma karena saya yang minta tolong ke Pak Dadan itulah, yang akhirnya bunyi seakan-akan Pak Dudung punya dapur. Kalau Pak Dudung punya dapur, silakan cek. Saya kasih hadiah nanti. Jadi, nggak ada sama sekali saya punya dapur ya," pungkasnya. 

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.