Dark/Light Mode

Pemerintah Pastikan Sekolah Rakyat, Negeri Dan Garuda Saling Melengkapi

Jumat, 26 Juni 2026 10:38 WIB
Tenaga Ahli Menteri Sosial Andy Kurniawan menyampaikan paparan dalam dialog Newsline Metro TV di Jakarta, Kamis (25/6/2026). Dok. Kemensos
Tenaga Ahli Menteri Sosial Andy Kurniawan menyampaikan paparan dalam dialog Newsline Metro TV di Jakarta, Kamis (25/6/2026). Dok. Kemensos

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah memastikan program Sekolah Rakyat, Sekolah Negeri, dan Sekolah Garuda merupakan satu ekosistem kebijakan pendidikan yang dirancang saling melengkapi. Ketiga program tersebut menjadi strategi pemerintah untuk memperluas akses, meningkatkan mutu, sekaligus mewujudkan keadilan pendidikan sebagai bagian dari pelaksanaan Asta Cita keempat menuju Indonesia Emas 2045.

Tenaga Ahli Menteri Sosial Andy Kurniawan menegaskan, Sekolah Rakyat bukan program yang berdiri sendiri ataupun pengganti sekolah negeri. Program tersebut merupakan bentuk afirmasi negara bagi kelompok invisible people, yakni masyarakat yang selama ini sulit mengakses pendidikan akibat berbagai hambatan sosial dan ekonomi.

"Sekolah Rakyat bukan program yang berdiri sendiri. Ini adalah bentuk afirmasi negara yang terintegrasi dengan berbagai instansi terkait. Kemendikdasmen menyusun kurikulum, Kementerian PUPR membangun fasilitas fisik, sementara pemerintah daerah menyediakan lahan. Semuanya bekerja dalam satu ekosistem pendidikan yang utuh bersama sekolah negeri dan Sekolah Garuda," ujar Andy dalam dialog interaktif program Newsline Metro TV, Kamis (25/6/2026).

Menurut Andy, kolaborasi lintas kementerian menjadi kunci keberhasilan program tersebut. Setiap instansi memiliki peran yang saling melengkapi sehingga pembangunan pendidikan berjalan dalam satu kerangka kebijakan nasional yang terpadu.

Baca juga : Gubernur Kepri Ansar Ahmad Jadikan Permainan Rakyat Daya Tarik Wisata Budaya

Pemerintah, lanjut dia, telah menyiapkan peta jalan pengembangan Sekolah Rakyat secara bertahap dengan target membangun 100 sekolah baru setiap tahun hingga mencapai 500 titik pada 2029.

Ia menjelaskan, pendekatan Sekolah Rakyat tidak hanya berfokus pada penyediaan ruang belajar, tetapi juga pemberdayaan ekonomi keluarga siswa. Program tersebut diintegrasikan dengan bantuan sosial dan Koperasi Desa Merah Putih agar keluarga peserta didik ikut meningkat kesejahteraannya.

Andy mengatakan, Sekolah Rakyat dibangun di atas tiga semangat utama. Pertama, memuliakan wong cilik yang selama ini belum memperoleh kesempatan pendidikan yang setara.

"Kita sudah lama berutang kepada mereka yang tidak mampu. Negara harus hadir," katanya.

Baca juga : Dukung Sekolah Rakyat, Pendiri ESQ Gratiskan Akses Talent DNA dan Kuliah

Kedua, menjangkau masyarakat yang selama ini belum tersentuh pembangunan. Ketiga, memungkinkan sesuatu yang selama ini dianggap mustahil menjadi kenyataan.

"Selama ini mereka menganggap karena miskin tidak bisa maju. Stigma itu harus dihapus. Kita ingin mereka yakin bisa bersaing, mengubah kehidupan keluarganya, menjadi agen perubahan, dan berkontribusi bagi negara," tegasnya.

Andy optimistis pendekatan tersebut akan membuka peluang lebih besar bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh masa depan yang lebih baik sekaligus mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.

Senada dengan itu, Pengamat Pendidikan Dr. R. Alpha Amirrachman, M.Phil., Ph.D., menilai pembagian peran antara Sekolah Negeri, Sekolah Rakyat, dan Sekolah Garuda merupakan strategi equity atau keadilan yang ideal untuk mengurangi kesenjangan kualitas pendidikan di Indonesia.

Baca juga : Transformasi Pendidikan 3T: Sekolah Lebih Layak, Murid Melek Digital

Menurut Alpha, kebijakan pendidikan berlapis tersebut menjadi terobosan penting untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi, terutama bagi sekitar 3,4 juta anak yang masih hidup dalam lingkaran kemiskinan ekstrem.

"Dengan kolaborasi antar-kementerian yang semakin solid dalam penyelarasan kurikulum dan standardisasi mutu, kita sedang membangun fondasi SDM yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter dan memiliki keterampilan yang relevan seperti literasi AI dan data science," ujarnya.

Ia meyakini sinergi tersebut akan memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia sekaligus mempercepat transformasi pendidikan nasional.

Pemerintah optimistis kolaborasi lintas sektor melalui Sekolah Rakyat, Sekolah Negeri, dan Sekolah Garuda akan mempercepat terwujudnya Generasi Emas 2045. Kehadiran ketiga jalur pendidikan tersebut juga dipastikan tidak akan mengurangi prioritas pemerintah dalam merevitalisasi sekolah negeri secara besar-besaran, melainkan memperluas jangkauan layanan pendidikan agar tidak ada lagi anak Indonesia yang tertinggal.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.