Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Eropa Membara, AS Dan Kanada Waspada
Kemlu Pastikan WNI Aman, Siagakan Layanan Hotline
Kamis, 2 Juli 2026 06:10 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Sejumlah kantor perwakilan Republik Indonesia (RI) di berbagai negara Eropa membuka layanan hotline untuk membantu Warga Negara Indonesia (WNI) di tengah gelombang panas ekstrem yang melanda. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) memastikan, hingga Rabu (1/7/2026), tidak ada laporan WNI yang menjadi korban.
Direktur Pelindungan WNI Kemlu Heni Hamidah mengatakan, layanan tersebut disiagakan melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di negara-negara terdampak. Nomor hotline dapat diakses melalui media sosial maupun situs resmi masing-masing perwakilan RI tersebut.
“Tidak ada laporan WNI yang menjadi korban. Namun kami meminta WNI tetap waspada dan berharap tidak ada yang menjadi korban dari gelombang panas di Eropa,” kata Heni pada acara konferensi pers di Jakarta, Rabu (1/7/2026).
Gelombang panas yang melanda Benua Biru telah menewaskan ribuan orang, memicu kebakaran hutan, serta mengganggu aktivitas masyarakat di sejumlah negara. Suhu di beberapa wilayah bahkan menembus 40 derajat Celsius.
Pada Minggu (28/6/2026), Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) mencatat bahwa sejak 21 Juni 2026, tercatat lebih dari 1.300 kelebihan kematian (excess deaths) yang berkaitan dengan gelombang panas.
Prancis menjadi negara yang paling terdampak. Pada Minggu (28/6/2026), otoritas kesehatan Prancis mengumumkan bahwa terdapat sekitar 1.000 excess deaths di Prancis sejak 24 Juni 2026, dibandingkan angka kematian normal.
Baca juga : Jennifer Coppen, Ditakutin Suami
Lonjakan korban membuat rumah duka dan kamar jenazah di Paris, serta wilayah sekitarnya kewalahan menangani jenazah.
Selain Prancis, cuaca ekstrem juga melanda Italia, Kroasia, Serbia, Rumania dan Hungaria. Kebakaran hutan juga terjadi di sejumlah kawasan. Sementara layanan kesehatan menghadapi lonjakan pasien akibat paparan suhu tinggi.
WHO mengatakan, sebagian besar korban jiwa merupakan warga lanjut usia. Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengingatkan, Eropa merupakan kawasan dengan laju pemanasan tercepat di dunia.
“Stres akibat panas sering disebut sebagai ‘pembunuh senyap’. Rumah, tempat kerja dan sekolah di Eropa tidak dibangun untuk menghadapi suhu setinggi ini,” tulis Tedros melalui akun X, Selasa (30/6/2026).
Di Italia, Pemerintah menetapkan status siaga merah di 22 kota, mulai dari Bolzano di utara hingga Palermo di Pulau Sisilia. Warga diminta membatasi aktivitas di luar ruangan pada siang hari.
Di Vatikan, para peziarah terlihat menggunakan kipas dan payung saat mengikuti doa Angelus yang dipimpin Paus Leo pada perayaan Hari Raya Santo Petrus dan Santo Paulus.
Baca juga : Mulai Hari Ini, Driver Ojol Roda Dua Resmi Masuk Kategori UMKM
Sementara di Kroasia, petugas pemadam kebakaran masih berjibaku memadamkan kebakaran hutan di Pulau Vis yang menghanguskan kawasan hutan pinus.
Buka Pusat Pendingin
Gelombang panas juga diperkirakan meluas ke sebagian besar wilayah Amerika Serikat (AS) menjelang perayaan Hari Kemerdekaan AS pada 4 Juli.
Badan Cuaca Nasional AS (NWS) memperkirakan, suhu udara berkisar 35–40,6 derajat Celsius. Namun, kombinasi suhu tinggi dan kelembaban diperkirakan membuat heat index mencapai 46 derajat Celsius.
“Gelombang panas yang berkepanjangan dan berbahaya akan semakin menguat di wilayah yang luas, membawa suhu siang yang sangat tinggi, kelembaban tinggi, serta suhu malam yang tetap panas,” kata NWS, dikutip BBC.
Otoritas cuaca mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan, memperbanyak konsumsi air, serta memanfaatkan pusat pendingin yang disediakan pemerintah.
Di New York City, Wali Kota Zohran Mamdani mengaktifkan rencana tanggap darurat dengan membuka ratusan pusat pendingin mulai Rabu (1/7/2026).
Baca juga : AS Vs Bosnia-Herzegovina, Tuan Rumah Punya Rekor Buruk Lawan Tim Eropa
Sementara Pemerintah Kota Detroit, Michigan, membuka belasan pusat rekreasi berpendingin udara sebagai tempat berlindung warga. Suhu di kota tersebut diperkirakan mencapai sekitar 38 derajat Celsius.
Cuaca ekstrem juga diperkirakan memengaruhi penyelenggaraan pertandingan Piala Dunia FIFA di AS. Indeks panas di sejumlah lokasi pertandingan diprediksi melampaui ambang batas yang dinilai tidak aman bagi pemain maupun penonton.
Kondisi terpanas diperkirakan terjadi di Texas dan Georgia saat laga Inggris melawan Republik Demokratik Kongo yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu (1/7/2026).
Sementara, Kanada mulai merasakan dampak gelombang panas sejak Selasa (30/6/2026). Di Provinsi Ontario, suhu diperkirakan mencapai 37 derajat Celsius. LDU
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 14, edisi Kamis, 2 Juli 2026 dengan judul "Eropa Membara, AS Dan Kanada Waspada Kemlu Pastikan WNI Aman, Siagakan Layanan Hotline"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya