Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- 10 Pemain Tiga Singa Singkirkan Meksiko
- Bungkam Brazil, Erling Haaland: Ini Anugerah Tuhan
- BRINS Bayarkan Klaim Asuransi Rp950 Juta Untuk Korban Banjir Di Probolinggo
- Kapolri Ajak Brigade Persis Jaga Persatuan Demi Dukung Program Pemerintah
- Harry Kane Bangga Inggris Singkirkan Meksiko, Siap Tantang Norwegia
Riset Hibah Kemdiktisaintek Ungkap Strategi Lindungi PMI dari Online Scammer
Senin, 6 Juli 2026 19:27 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Maraknya kasus pekerja migran Indonesia (PMI) yang menjadi korban jaringan online scammer di Kamboja mendorong lahirnya riset mengenai strategi komunikasi politik pemerintah dalam upaya pencegahan dan penanganannya.
Penelitian ini diharapkan menghasilkan rekomendasi berbasis akademik untuk memperkuat perlindungan pekerja migran melalui komunikasi publik yang lebih efektif.
Penelitian tersebut merupakan bagian dari Hibah Penelitian Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun 2026 yang dilakukan oleh Nani Nurani Muksin bersama Muhamad Hapipi.
Pengumpulan data dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD) di Balai Pelayanan Penempatan dan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sumatera Utara.
Selain FGD, tim peneliti juga melakukan wawancara mendalam dengan pejabat Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), perwakilan IOM, ILO, serta pekerja migran Indonesia yang pernah bekerja di Kamboja.
Baca juga : Hadapi Kemarau, Pemerintah Perkuat Strategi Jaga Produksi dan Swasembada Pangan
Penelitian bertajuk "Strategi Komunikasi Politik Pemerintah dalam Penanganan Online Scammer di Kamboja bagi Pekerja Migran Indonesia" itu bertujuan mengidentifikasi peran komunikator, pesan, media, komunikan, serta strategi komunikasi pemerintah dalam menangani persoalan online scammer yang menyasar PMI.
"Fenomena online scammer di Kamboja bukan hanya persoalan kejahatan siber, tetapi juga persoalan komunikasi publik. Karena itu diperlukan strategi komunikasi politik yang mampu menjangkau masyarakat sejak sebelum mereka memutuskan bekerja ke luar negeri," ujar Nani Nurani Muksin saat FGD di BP3MI Sumatera Utara, Kamis (2/7/2026).
Menurutnya, komunikasi pemerintah harus mampu menghadirkan informasi yang mudah dipahami masyarakat, terutama kelompok usia produktif yang menjadi sasaran perekrut nonprosedural melalui media sosial dan platform digital.
Ia menilai, penyebaran informasi mengenai migrasi aman tidak cukup dilakukan melalui pendekatan formal, tetapi juga harus memanfaatkan berbagai kanal komunikasi digital yang dekat dengan masyarakat.
Kepala BP3MI Sumatera Utara, Budi Novijanto, menyambut baik penelitian tersebut. Menurutnya, hasil riset akademik sangat dibutuhkan sebagai dasar penyusunan kebijakan dan strategi komunikasi pemerintah dalam melindungi calon pekerja migran Indonesia.
Baca juga : RI-Korsel Matangkan Kemitraan Strategis Khusus Di Jakarta
"Melalui penelitian ini diharapkan lahir rekomendasi yang dapat memperkuat sinergi antara pemerintah, akademisi, aparat penegak hukum, dan masyarakat dalam mencegah semakin banyak warga Indonesia menjadi korban jaringan online scammer," ujarnya.
Dalam FGD tersebut, para peserta juga membahas berbagai tantangan penanganan kasus, mulai dari pola rekrutmen digital, rendahnya literasi migrasi aman, hingga pentingnya kolaborasi lintas kementerian dan lembaga dalam menyampaikan pesan-pesan pencegahan kepada masyarakat.
Muhamad Hapipi mengatakan, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi penguatan kebijakan komunikasi pemerintah dalam melindungi pekerja migran Indonesia dari praktik perekrutan nonprosedural yang berujung pada eksploitasi oleh jaringan online scammer.
Dari perspektif komunikasi, diperlukan strategi komunikasi politik yang lebih efektif, adaptif, dan mampu menjangkau kelompok masyarakat yang rentan menjadi sasaran perekrut melalui media digital.
"Melalui penelitian ini, kami ingin menghasilkan rekomendasi berbasis akademik yang dapat mendukung penyusunan kebijakan komunikasi publik," ujarnya.
Baca juga : Di Program Mini MBA Real Estate CSEL UI, DADA Ungkap Strategi Bisnis Properti
Ia menambahkan, kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan para pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam menghasilkan strategi komunikasi yang mampu meningkatkan literasi migrasi aman sekaligus memperkuat kesadaran masyarakat terhadap berbagai modus kejahatan transnasional yang memanfaatkan media digital.
"Harapannya, hasil penelitian ini tidak hanya berhenti sebagai luaran akademik penerima hibah Kemdiktisaintek, tetapi juga dapat menjadi masukan strategis dalam menyusun pola komunikasi publik yang berdampak untuk melindungi pekerja migran Indonesia yang ingin bekerja di luar negeri," kata Hapipi.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya