Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Prabowo Resmi Luncurkan B50, Bahlil: Tonggak Kedaulatan Energi RI
Kamis, 9 Juli 2026 23:36 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah resmi meluncurkan Program Mandatori Biodiesel B50 sebagai upaya memperkuat ketahanan dan kedaulatan energi nasional melalui peningkatan pemanfaatan bahan bakar nabati berbasis minyak sawit.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, implementasi B50 tidak sekadar meningkatkan kadar campuran biodiesel pada bahan bakar solar, tetapi menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam melakukan diversifikasi energi sekaligus meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri.
“Launching Program Mandatori B50 bukan sekadar peluncuran sebuah kebijakan, melainkan tonggak bersejarah yang menandai langkah nyata Indonesia dalam memperkuat kemandirian, ketahanan, dan kedaulatan energi nasional,” kata Bahlil saat mendampingi Presiden Prabowo Subianto pada peluncuran B50 di Rest Area KM 57, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis (9/7/2026).
Menurut Bahlil, Indonesia sebagai produsen crude palm oil (CPO) terbesar di dunia memiliki potensi besar untuk mengoptimalkan pemanfaatan minyak sawit sebagai sumber energi domestik sehingga mampu memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian nasional.
Baca juga : Bambang Patijaya: Peluncuran B50 Perkuat Kedaulatan Energi & Swasembada Nasional
Ia menegaskan B50 merupakan bagian dari transformasi energi yang memanfaatkan potensi sumber daya nasional untuk memperkuat fondasi pembangunan ekonomi.
“B50 bukan sekadar energi baru, tetapi bagian dari transformasi energi yang mengoptimalkan potensi Indonesia demi memperkuat ketahanan energi nasional sebagai fondasi pembangunan ekonomi bangsa,” ujarnya.
Kementerian ESDM mencatat implementasi B50 diproyeksikan meningkatkan penghematan devisa dari Rp 133,3 triliun pada program B40 menjadi sekitar Rp 170 triliun. Sementara itu, nilai tambah industri kelapa sawit diperkirakan meningkat dari Rp 20,92 triliun menjadi Rp 23,49 triliun.
Selain memberikan dampak ekonomi, program tersebut diproyeksikan mampu menyerap sekitar 2,1 juta tenaga kerja. Kebutuhan biodiesel diperkirakan mencapai 16,7 juta hingga 18 juta kiloliter dengan kebutuhan CPO sekitar 15,2 juta hingga 16,3 juta ton.
Baca juga : Cek Endra: Peluncuran B50 Tonggak Kedaulatan Energi dan Ekonomi Nasional
Dari sisi lingkungan, penggunaan B50 diperkirakan dapat menurunkan emisi karbon dioksida hingga 44,46 juta ton atau lebih tinggi dibandingkan penurunan emisi pada implementasi B40 yang mencapai 39,66 juta ton.
Bahlil juga memastikan kesiapan implementasi B50 dari aspek teknis. Menurut dia, Kementerian ESDM telah melakukan pengujian terhadap kendaraan bermotor, alat berat pertambangan, alat dan mesin pertanian, kereta api, angkutan laut, hingga pembangkit listrik.
Hasil pengujian menunjukkan B50 memenuhi spesifikasi teknis pemerintah sekaligus standar yang dipersyaratkan oleh pabrikan kendaraan sehingga layak digunakan pada berbagai sektor transportasi dan industri.
Uji implementasi juga telah dilakukan di sejumlah lokasi strategis, antara lain Kutai Timur, Semarang, Stasiun Lempuyangan Yogyakarta, Kapal Geomarin ESDM di Cirebon, serta Instalasi Surabaya PT Pertamina Patra Niaga.
Baca juga : Prabowo Anugerahkan Bintang Adipurna Kepada PM Modi
Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto menegaskan kekayaan alam Indonesia harus diolah di dalam negeri agar memberikan nilai tambah bagi bangsa. “Kekayaan alam Indonesia tidak boleh lagi mengalir keluar tanpa memberikan nilai tambah bagi bangsa sendiri. Kita harus berani mengolahnya, menguasai teknologinya, membangun industrinya, dan menjadikannya sumber kedaulatan energi,” kata Presiden.
Program biodiesel nasional telah dikembangkan secara bertahap sejak 2008, dimulai dari B2,5, kemudian meningkat menjadi B10 pada 2013, B15 pada 2015, B20 pada 2018, B30 pada 2020, B35 pada 2023, B40 pada 2025, hingga kini memasuki tahap implementasi B50.
Pemerintah menilai implementasi B50 akan semakin memperkuat ketahanan energi nasional, meningkatkan nilai tambah komoditas sawit, memperkuat daya saing industri dalam negeri, mendukung kesejahteraan petani, menciptakan lapangan kerja, mengurangi emisi gas rumah kaca, serta menekan ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya