Dark/Light Mode

Menteri Dody Targetkan 2 Jembatan Penghubung Medan-Aceh Fungsional Akhir Agustus

Kamis, 30 Juli 2026 18:28 WIB
meninjau pembangunan Jembatan Kr. Tingkeum dan Jembatan Teupin Mane di Kabupaten Bireuen, Aceh. Kedua jembatan ditargetkan fungsional pada akhir Agustus 2026. Dok. PU
meninjau pembangunan Jembatan Kr. Tingkeum dan Jembatan Teupin Mane di Kabupaten Bireuen, Aceh. Kedua jembatan ditargetkan fungsional pada akhir Agustus 2026. Dok. PU

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menargetkan Jembatan Krueng (Kr.) Tingkeum dan Jembatan Teupin Mane di Kabupaten Bireuen, Aceh, dapat difungsionalkan pada akhir Agustus 2026. Kedua jembatan di ruas strategis nasional penghubung Medan-Aceh itu dipercepat penyelesaiannya untuk memulihkan konektivitas, memperlancar distribusi logistik, dan mendukung pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana.

Saat meninjau lokasi pembangunan kedua jembatan pada Rabu (29/7), Dody mengatakan pekerjaan konstruksi masih berjalan sesuai jadwal.

"Pekerjaan masih sesuai progres dan sesuai jadwal awal. Insya Allah akhir Agustus 2026 bisa selesai dan fungsional. Kami berharap cuaca terus mendukung sehingga pekerjaan dapat berjalan maksimal," kata Dody.

Baca juga : Dairi Prima Mineral Terapkan Tambang Modern demi Tekan Risiko Air Asam

Menurut Dody, hingga kini pelaksanaan proyek tidak menghadapi kendala teknis yang berarti. Kondisi cuaca pada musim kemarau juga dinilai cukup mendukung percepatan pembangunan.

"Sejauh ini cuaca masih bersahabat. Harapannya pekerjaan bisa lebih cepat sehingga konektivitas pada ruas utama Medan-Aceh dapat segera pulih secara optimal," ujarnya.

Penanganan permanen kedua jembatan dilakukan untuk meningkatkan keandalan infrastruktur jalan nasional di Aceh sekaligus memastikan layanan transportasi masyarakat kembali normal setelah terdampak bencana.

Baca juga : Menteri Dody Targetkan Jalan Gondanglegi–Balekambang Rampung Akhir 2026

Untuk Jembatan Kr. Tingkeum, Kementerian PU membangun duplikasi jembatan sepanjang 149,7 meter dengan nilai kontrak Rp107,5 miliar. Proyek yang dikerjakan PT Adhi Karya itu telah mencapai progres fisik 74,46 persen per 29 Juli 2026.

Sementara Jembatan Teupin Mane dibangun menggunakan struktur rangka baja atas sepanjang 80 meter + 80 meter dengan lebar 12 meter. Jembatan tersebut memiliki satu unit pier berpondasi bored pile dan dilengkapi proteksi oprit menggunakan soldier pile.

Kementerian PU menegaskan percepatan penyelesaian kedua jembatan merupakan bagian dari komitmen rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur pascabencana. Dengan selesainya proyek tersebut, diharapkan konektivitas di koridor utama Medan-Aceh kembali pulih, distribusi barang semakin lancar, dan aktivitas ekonomi masyarakat meningkat.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.