Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- KCIC Perluas Pemanfaatan Energi Terbarukan Biodiesel B40 pada Kereta Perawatan
- Legenda Italia dan AC Milan Franco Baresi Meninggal Dunia di Usia 66 Tahun
- Mariano Peralta Siap Adaptasi dengan Skuad Maung Bandung
- BAZNAS-Kemnaker Siapkan Penyandang Disabilitas Masuk Dunia Kerja
- Duh, Komponen Hidran Damkar di Jakarta Banyak Digarong Rayap Besi
Menko Airlangga Ajak Warga Lestarikan Tradisi Grebeg Ageng Andum Apem Yaaqawiyyu
Jumat, 31 Juli 2026 19:37 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Tradisi Grebeg Ageng Andum Apem Yaaqawiyyu Kiai Ageng Gribig tak sekadar menjadi warisan budaya yang terus dijaga selama lebih dari empat abad. Perayaan tahunan yang digelar di Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, itu juga terbukti mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat setempat.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan, tradisi di tengah arus digitalisasi harus terus dilestarikan sebagai bagian dari identitas bangsa sekaligus sarana memperkuat nilai-nilai kebersamaan.
"Segala puji bagi Allah SWT atas limpahan rahmat dan hidayah-Nya sehingga kita dapat kembali berkumpul dalam puncak acara Grebeg Ageng Saparan Andum Apem YaaQawiyyu Kiai Ageng Gribig Jatinom dalam keadaan sehat walafiat," ujar Airlangga saat menghadiri puncak perayaan di Jatinom, Klaten, Jumat (31/7/2026).
Menurut Airlangga, budaya tidak boleh berhenti menjadi kenangan, tetapi harus terus diwariskan kepada generasi berikutnya. Karena itu, tradisi Grebeg Yaaqawiyyu yang telah berlangsung turun-temurun perlu terus dipertahankan.
"Atas nama keluarga besar dzurriyah Kiai Ageng Gribig, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia, para ulama, tokoh masyarakat, relawan, Pemda Klaten, aparat keamanan, dan seluruh warga yang telah menjaga tradisi luhur ini dari generasi ke generasi. Setuju kalau tradisi ini dipertahankan 400 tahun lagi? Kalau setuju, ayo kita pertahankan 400 tahun lagi," ujarnya.
Baca juga : Adat Bersendi Syara’
Tahun ini, Grebeg Saparan mengusung tema "Ingaluhur Rinasa Trusthaning Gusti", yang mengandung pesan agar setiap pencapaian hidup selalu dilandasi sikap tawakal, rendah hati, dan kepercayaan penuh kepada Allah SWT.
Nilai tersebut dinilai sejalan dengan keteladanan Kiai Ageng Gribig dalam menyebarkan ajaran Islam melalui pendekatan yang santun dan penuh kebijaksanaan.
Tradisi Andum Apem sendiri bermula dari dakwah Kiai Ageng Gribig yang menggunakan kue apem sebagai media syiar Islam di tanah Jawa.
Ulama yang memiliki nama asli Syekh Wasibagno Timur itu dikenal sebagai salah satu penyebar Islam sekaligus keturunan Raja Majapahit, Brawijaya V.
Rangkaian Grebeg Ageng tahun ini dimulai sejak 16 Juli 2026 melalui Ambuko Songsong Winadi sebagai penanda masuknya 1 Safar.
Baca juga : Jelang Muktamar PBNU, KH Zulfa Mustofa Dorong Kebangkitan Tradisi Menulis Kitab
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Semakan Al-Qur'an Bil Qhoib dan Khataman Al-Qur'an, Maulid Al Barzanji, haul Kiai Ageng Gribig, festival seni budaya, Naji Kopi Malahad, hingga Kirab Gunungan Apem dari Kantor Kecamatan Jatinom menuju Masjid Gedhe Jatinom.
Selain menjadi agenda budaya dan religi, Grebeg Yaaqawiyyu juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat.
Airlangga mengungkapkan, jumlah pengunjung terus meningkat setiap tahun. Pada penyelenggaraan kali ini diperkirakan mencapai 50 ribu orang.
"Kita berharap apa yang diajarkan Kiai Ageng Gribig terus dilanjutkan, terutama untuk mendorong nilai-nilai perekonomian masyarakat dan kebahagiaan masyarakat. Sekali dalam setahun kita guyub rukun menikmati apem," katanya.
Lonjakan pengunjung membawa berkah bagi pelaku usaha mikro, mulai dari pedagang kaki lima, penjual oleh-oleh, hingga pelaku UMKM yang berjualan di sekitar lokasi acara. Permintaan kue apem pun melonjak tajam.
Baca juga : Berkenalan dengan Spirit Skotlandia, Paduan Warisan Tradisi, Kualitas & Inovasi
Total produksi yang disiapkan untuk tradisi Andum Apem mencapai sekitar 6 hingga 7 ton, sehingga pembuatannya melibatkan warga lokal hingga daerah sekitar.
Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto mengatakan, dampak ekonomi juga dirasakan sektor jasa.
"Pengelola parkir, penyedia transportasi lokal, hingga warga yang membuka warung dan angkringan ikut memperoleh keuntungan dari membludaknya pengunjung selama rangkaian acara berlangsung," ujar Haryo.
Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Wakil Ketua BKSAP DPR RI Ravindra Airlangga, Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso, Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto, Tim Ahli Menko Perekonomian Boo Hyung Lee, Tim Asistensi Menko Perekonomian Abdul Kodir Djaelani, Kepala Biro Umum dan SDM Kemenko Perekonomian Hari Nugroho, serta jajaran Forkopimda Kabupaten Klaten.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya