Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Perayaan Natal selalu menjadi momen istimewa bagi umat Kristiani, tak terkecuali di Gedung Putih, Washington DC, Amerika Serikat. Presiden AS Donald Trump bersama Ibu Negara Melania Trump merayakan Natal 2025 dengan rangkaian tradisi khas, mulai dari sesi pemotretan resmi hingga pengiriman kartu Natal.
Tahun ini, Melania Trump mengusung tema Natal Gedung Putih bertajuk "Home Is Where the Heart Is.” Tema tersebut terinspirasi dari pengalamannya sebagai seorang ibu sekaligus pelaku bisnis, yang dia gambarkan sarat tantangan namun penuh kegembiraan.
“Pada Natal ini, mari rayakan cinta yang kita miliki dalam diri kita, dan bagikan kepada dunia di sekitar kita,” ujar Melania, seperti dikutip Fox News, Rabu (24/12/2025).
“Di mana pun kita berada, kita dapat menciptakan rumah yang dipenuhi dengan keanggunan, cahaya, dan kemungkinan tak terbatas,” lanjutnya.
Akun resmi Gedung Putih, @WhiteHouse, juga membagikan potret Natal resmi Presiden Donald Trump dan Ibu Negara Melania Trump untuk tahun 2025. Dalam foto tersebut, pasangan presiden tampil serba hitam. Presiden Trump mengenakan tuksedo hitam, sementara Melania tampil anggun dengan gaun panjang hitam.
Baca juga : Buka Siang Hari, Bar Jadi Tempat Berbagi Masalah
Foto yang diambil pada 7 Desember 2025 itu diunggah secara resmi pada Selasa (23/12/2025), dengan keterangan, “Selamat Natal dari Presiden Donald J. Trump dan Ibu Negara Melania Trump.”
Ibu Negara AS Melania Trump memasang dekorasi pohon Natal. Pohon itu tiba pada akhir November, dari Korson’s Tree Farms di Sidney, Michigan, dan menempuh perjalanan sejauh 1.050 km ke Gedung Putih. (Foto IG Flotus)
Kemegahan Natal turut tercermin dari dekorasi Gedung Putih. Pita-pita hiasan yang digunakan jika direntangkan diperkirakan mencapai panjang sekitar 7,6 kilometer. Lebih dari 2.000 rangkaian lampu dipasang untuk menerangi seluruh bangunan.
Selain itu, dekorasi Natal juga memanfaatkan lebih dari 54 kilogram kue jahe, sekitar 2.800 bintang emas, serta lebih dari 10.000 kupu-kupu biru yang menghiasi berbagai sudut gedung.
Gedung Putih juga menampilkan 51 pohon Natal dan 75 karangan bunga Natal khas Trump. Karangan bunga dengan pita merah klasik tersebut digantung di bagian luar jendela-jendela Gedung Putih, menambah nuansa meriah perayaan.
Dalam pesan Natal 2025, Gedung Putih menekankan pentingnya menghargai kerja keras keluarga-keluarga Amerika selama hampir 250 tahun sejarah bangsa. Sejalan dengan itu, Gedung Putih kembali membuka tur publik Natal mulai 2 Desember 2025.
Baca juga : WFA Selama Libur Nataru, DPR Dukung Pemerintah
“Teladan mereka menginspirasi kita hari ini, terutama pada Natal, ketika kita berkumpul dengan orang-orang terkasih untuk merayakan iman, keluarga, dan kebebasan yang mendefinisikan kisah nasional kita,” demikian pernyataan resmi Gedung Putih.
Sebagai kediaman sekaligus kantor resmi Presiden AS, Gedung Putih memiliki tradisi Natal yang telah berlangsung lebih dari satu abad. Salah satu tradisi tertua dan paling dihargai adalah pengiriman kartu Natal.
Seperti keluarga pada umumnya, Presiden dan Ibu Negara AS menggunakan kartu Natal tahunan untuk menyampaikan ucapan sukacita dan rasa syukur kepada sahabat serta kolega, baik yang dekat maupun yang jauh.
Praktik ini diyakini bermula secara tidak resmi pada akhir 1800-an dengan jumlah penerima terbatas. Pada 1927, Presiden Calvin Coolidge menulis kartu Natal resmi pertama bagi rakyat Amerika dengan pesan singkat, “Season’s Greetings,” yang kemudian dimuat di surat kabar nasional.
Tradisi ini semakin diformalkan pada masa Presiden Dwight Eisenhower dan Richard Nixon.
Baca juga : Bupati Kepahiang Keluhkan Jalan Rusak, Sultan Gercep Hubungi Kementerian PU
Eisenhower memperluas daftar penerima hingga mencakup anggota Kabinet, Kongres, dan duta besar AS. Sementara di era Nixon, kartu Natal Gedung Putih untuk pertama kalinya dicetak massal dan dikirim kepada sekitar 40.000 orang.
Saat ini, pencetakan kartu Natal Gedung Putih ditangani oleh partai politik nasional, baik Partai Republik (RNC) maupun Demokrat (DNC). Meski tak ada angka resmi, diperkirakan RNC mencetak sekitar 1,5 juta kartu selama masa kepresidenan George W. Bush, dan jumlah tersebut terus meningkat pada era Barack Obama, Joe Biden, hingga Trump.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya