Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- HUT ke-61 IKPI Hadirkan 11 Kegiatan, Jalan Sehat Jadi Magnet Ribuan Peserta
- PSSI Siapkan 254 Tiket Suporter Buat Laga Tandang Lawan Singapura
- Nazriel Tak Mau Cepat Puas, Bidik Final Bersama Persib
- Bekal Lawan Vietnam, Herdman Puji Mental Baja Timnas
- Real Madrid Buang Keunggulan, Ditahan Fiorentina 2-2
Transformasi Pariwisata Kalsel Diarahkan Jadi Penggerak Ekonomi Banua
Jumat, 31 Juli 2026 20:19 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) mengubah arah pembangunan sektor pariwisata dengan menempatkannya sebagai salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah.
Melalui transformasi tersebut, pariwisata dapat mendorong penciptaan lapangan kerja, memperkuat UMKM, menarik investasi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin mengatakan, seluruh program pembangunan daerah harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Termasuk sektor pariwisata yang diharapkan mampu menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru di Banua.
"Setiap program pembangunan yang kita laksanakan harus bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Termasuk sektor pariwisata yang harus mampu memberikan manfaat ekonomi nyata, membuka peluang usaha, dan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat Banua," kata Muhidin, di Banjarbaru, Rabu (29/7/2026).
Transformasi tersebut sejalan dengan target RPJMD Kalimantan Selatan 2025-2029 yang menempatkan pariwisata sebagai salah satu sektor strategis untuk mendukung pertumbuhan ekonomi hingga 8,1 persen pada 2029. Untuk mewujudkannya, Dinas Pariwisata Kalimantan Selatan menyusun peta jalan transformasi pariwisata dengan melibatkan kalangan akademisi.
Baca juga : Bersama BRI, Petani Kopi Asal Batang Hadirkan Racikan Produk Tembus Pasar Global
Langkah itu didorong oleh masih rendahnya kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian daerah. Meski ekonomi Kalimantan Selatan pada 2025 tumbuh sekitar 5,2 persen, kontribusi pariwisata baru mencapai sekitar 0,22 persen.
Padahal, daerah ini memiliki potensi besar dengan jutaan perjalanan wisata setiap tahun, didukung kekayaan alam, budaya, wisata sungai, religi, hingga kuliner khas Banua.
Kepala Dinas Pariwisata Kalimantan Selatan, Iwan Fitriady mengatakan tantangan utama saat ini bukan lagi mendatangkan wisatawan, melainkan meningkatkan dampak ekonomi dari setiap kunjungan.
"Sektor pariwisata bukan sekadar tentang kunjungan orang ke tempat wisata. Pariwisata adalah multisektor yang memiliki daya ungkit luar biasa terhadap laju pertumbuhan ekonomi. Setiap wisatawan yang datang akan menggerakkan sektor transportasi, penginapan, kuliner, hingga industri kreatif dan UMKM lokal," sambung Iwan.
Menurutnya, pembangunan pariwisata kini diarahkan untuk meningkatkan kualitas kunjungan. Sehingga wisatawan tinggal lebih lama, membelanjakan lebih banyak pengeluaran untuk produk lokal, serta menikmati berbagai aktivitas yang tersedia di daerah tujuan.
Baca juga : Airlangga Optimistis RI Jadi Pusat MICE Global
Karena itu, pengembangan destinasi diintegrasikan dengan penguatan desa wisata, peningkatan kualitas produk ekonomi kreatif, serta pemberdayaan masyarakat agar manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih luas.
"Pembangunan pariwisata harus dipandang sebagai pembangunan ekosistem ekonomi. Destinasi yang baik akan tumbuh bersama usaha masyarakat, ekonomi kreatif, investasi, dan pelayanan yang berkualitas. Karena itu, pengembangan pariwisata tidak bisa berjalan sendiri, tetapi membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan," paparnya.
Dalam strategi pembangunan 2025-2029, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memprioritaskan pengembangan Meratus UNESCO Global Geopark, destinasi wisata unggulan, desa wisata, penyelenggaraan event, digital tourism, dan ekonomi kreatif sebagai pengungkit utama pertumbuhan sektor pariwisata.
Status Meratus sebagai UNESCO Global Geopark dinilai menjadi peluang besar untuk memperluas pasar wisata internasional sekaligus mendorong tumbuhnya UMKM, desa wisata, dan investasi di kawasan tersebut.
"Yang ingin kita capai adalah bagaimana Geopark Meratus selain mampu menarik kunjungan wisatawan, juga mampu mendorong berkembangnya UMKM, tumbuhnya desa wisata, serta meningkatnya investasi di sektor pariwisata," beber Iwan.
Baca juga : Bekali UMKM dengan Sertifikasi Halal, Pertamina Bantu Perluas Peluang Pasar
Pengembangan destinasi juga dilakukan melalui pendekatan berbasis klaster, yakni Banjarbakula sebagai gerbang wisata perkotaan, Banua Anam yang mengandalkan Geopark Meratus, wisata alam, budaya, dan religi, serta Saijaan Bersujud sebagai kawasan wisata bahari, pesisir, dan petualangan.
Selain itu, pemerintah daerah terus memperkuat kolaborasi lintas sektor melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemberdayaan UMKM, penguatan desa wisata, serta digitalisasi promosi destinasi agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
Iwan menegaskan, keberhasilan transformasi pariwisata bergantung pada sinergi pemerintah, pelaku usaha, akademisi, komunitas, media, dan masyarakat dalam membangun ekosistem pariwisata yang berkelanjutan.
"Kami ingin pariwisata tidak hanya menghadirkan lebih banyak wisatawan, tetapi juga menciptakan lapangan kerja, memperkuat UMKM, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hal itu hanya dapat terwujud melalui kolaborasi yang kuat, didukung digitalisasi dan partisipasi aktif masyarakat," pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya